TAQWA; MENYILAMI RAHASIA2 ALLAH DALAM AL QURAN. Creative Al Quran study.

MY DREAM IS TO SEE THE PEACEFUL SOCIETY,PROSPERITY, NONE DISCRIMINATION, AND  JUSTICE FOR ALL.

 

Oleh Latifabdul
بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Bismilahirrahmanirrahiim



Semoga ALLAH melindungi saya dari tipu daya setan yang terkutuk dalam menjelaskan sebuah pemahaman yang sudah berakar lama dlm masarakat islam bahwa; Jodoh,Rezeki dan mati ditangan ALLAH.Sudah tertulis dalam "Lauh Mahfus"(nasib)

Demikianlah pemahaman yang terdapat dalam masarakat muslim baik di Indonesia,maupun di negeri2 islam lain2nya.Karena belajar dari buku yang sama dari Arab, tapi bukan bersumber dari Al quran.

Setelah saya menyilami Rahasia2 ALLAH dalam Al quran,ternyata pemahaman seperti diatas tersebut tidak ada dalilnya dalam al Quran, dan tidak ada ayat2nya yang menjelaskan.

Kalau tidak ada dari mana datangnya pemahaman tersebut? Mungkin dari Hadits,mungkin dari buku2 riwayat dll.

Semua buku2 itu selain dari Al Quran, tidak ada jaminan kebenarannya, ALLAH hanya menjamin kebenaran Al quran saja.

Memang benar setiap sesuatu yang bergerak dan yang terjadi dan yang akan terjadi semua sudah di ketahui oleh ALLAH. Tidak ada yang tidak diketahui oleh ALLAH.
Keputusan terakir dari sesuatu itu terletak ditangan ALLAH.

Bukanlah berarti ALLAH tidak memberikan kemerdekaan kepada manusia untuk memilih sesuatu, untuk berusaha merobahnya. Sesungguhnya ALLAH menyerahkan atau memberikan kemerdekaan untuk memilih, diberikan untuk merobahnya.

Dalam memilih sesuatu itu ALLAH tahu, tempo2 ALLAH izinkan, tempo2 ALLAH tidak izinkan pilihan kita.

ALLAH mengatakan dlm al Quran:
1.
dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. [40] Dan bahwasanya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya). [41] Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna, [42] dan bahwasanya kepada Tuhanmulah kesudahan (segala sesuatu),QS 13:39

2.
Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.QS.13:11

Dari kedua ayat diatas tersebut dapat kita simpulkan bahwa benar ALLAH memberikan kepada manusia kesempatan, waktu ,fasilitas untuk menentukan pilihan kita, manusia yang mula mula merobahnya kemudian baru ALLAH yang akan menentukannya.

Setiap pilihan kita ini di ketahui oleh ALLAH. Ada yang dizinkan oleh ALLAH pilihan kita dan ada pula yang tidak dizinkan.


Karena ada tangan2 ALLAH dalam pilihan atau keputusan manusia,maka sebaiknya kita berdoa kepada ALLAH agar setiap pilihan atau keputusan yang kita ambil adalah yang terbaik dan yang diredhoi oleh ALLAH.

JODOH.
Manusia atau kita tetap berusaha memilih jodoh kita yang terbaik, ALLAH akan memberikan kemerdekaan kepada kita untuk memilihnya. Keputusan terakir adalah ditangan ALLAH.Ada yang ALLAH izinkan pilihan kita, dan ada pula yang di gagalkan oleh ALLAH. Namun pertama tama manusia itu sendiri yang harus berusaha menentukan pilihanny

REZEKI.
Seperti ALLAH firman kan diatas tadi, bahwa kamu akan mendapat apa yang kamu kerjakan. Kalau kamun berilmu,maka kamu berhak mendapat rezeki yang lebih banyak dari orang2 yang tidak berilmu ekonomi dan technologi seperti orang2 yang tinggal dihutan atau orang2 yang malas.Ini janji dan hukum ALLAH yang adil.

Tidak mungkin orang yang tidak berilmu ekonomi dan technologi  yg tinggal di hutan atau orang2 malas akan mendapat rezeki yang lebih banyak dari orang2 yang berilmu ekonomi dan technologi. Ini fakta ,hukum dan janji dari ALLAH.

Maaf, orang miskin itu kalau bukan tidak mempunyai ilmu, mungkin malas. Bukan ALLAH yang menjadikan seseorang menjadi miskin. Keyakinan seperti ini masih banyak dalam masarakat islam.Sehingga mereka pasrah dan tidak mau berusaha lagi karena sudah ditentukan oleh ALLAH saya miskin.

Cara berpikir seperti ini perlu kita koreksi dan kita sampaikan kepada masarakat

UMUR.
Setiap yang hidup di dunia ini sudah direncanakan oleh ALLAH berapa umur yang paling lama atau Maximum.. Anjing diberikan umur paling lama 20 tahun atau lebih.Tidak mungkin 100 tahun bukan. Batang padi diberi umur kira2 7 bulan, tidak lebih dari 2 tahun bukan? Umur bunga2an hanya satu musim, tidak lebih dari dua musim.(tergantung bunganya)

Umur manusia sekarang ini tidak lebih dari 130 tahun. Dulu umur nabi Ibrahim 750 tahun,Umur manusia yang tertua sekarang ini 120 tahun seorang wanita Plastina.Umur ini sudah direncanakan oleh ALLAH dalam bentuk DNA.

Kalau umur manusia direncanakan kira2 130 tahun,kenapa ada orang yang meninggal dunia sebelum itu?

Seperti ALLAH firman kan diatas tadi,bahwa manusia akan diberikan apa apa yang diuhasahakannya.

Kalau manusia yang berilmu dan pandai merawat atau menjaga kesehatannya,maka umurnya akan lebih panjang.

Kalau manusia tidak berilmu atau lalai merawat kesehatannya, salah makan dll maka umurnya pendek,seperti orang2 yang sakit dan orang2 yang tinggal dihutan,rata rata umurnya 35 tahun.

Umur orang2 Japan rata2 82 tahun,Amerika 77 tahun, Indonesia 55 tahun.Banyak tergantung kepada ilmu dan perawatan kesehatan.

Jadi umur manusia banyak tergantung kepada usaha manusia itu sendiri.

Ada kecualian dalam umur ini misalnya;
--ada kecelakaan yang diluar kemampuannya manusia
misalnya kecelakaan kapal terbang jatuh, bencana alam dll
--ada bayi yang meninggal tiba2, karena ada kesalahan dr tubuh bayi tersebut,..mungkin krn salah mengandung dll

Mudah2an dengan ayat2 tersebut diatas dapat meluruskan pemahaman kita selama ini tentang kekuasaan ALLAH dan usaha manusia.
Kesimpulan;
1. Keputusan terakir semua ditangan ALLAH swt
2. ALLAH memberikan kemerdekaan kepada manusia untuk 
   memelih dan memutuskan sesuatunya.
3. Karena semua diketahui oleh ALLAH dan ada malaikat yang
    menjaga kita,sebaiknya setiap sesuatu yang akan kita
    putuskan dan sesuatu yang kita pilih, berdoa kepada ALLAH
    meminta bimbingan ALLAH,agar terpilih yang terbaik buat
    kita.
Kalau saya salah menafsirkan ayat2 diatas tersebut mohon dikirimkan koreksinya,kalau benar mari kita sebar luaskan.

Feedback dari anda semua sangat dihargai sekali, untuk menguji kebenaran ini.

Semoga ada manfaatnya
wassalamu'alaikum wrwb.

Marilah kita sharing ilmu,berdiskusi secara islami,santun, dengan hikmah,semoga banyak bermanfaatnya bagi pembaca.

"Serulah(manusia) kepada jalan Robbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik."


17 CommentsChronological   Reverse   Threaded
swpriyadharma wrote on Mar 18
Tidak mungkin orang yang tidak berilmu dan malas seperti orang2 yang tinggal dihutan itu akan mendapat rezeki yang lebih banyak dari orang2 yang berilmu ekonomi dan technologi
Saya hanya ingin bertanya, kenapa Pak Latief selalu menjelek2an orang2 yang tinggal di hutan? apa benar mereka malas? apa benar mereka tidak berilmu?

Al-Hujuraat: 11.
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim."

Lalu, apa benar umur maksimal manusia menurut DNAnya 150 tahun? bagaimana dengan cerita beberapa pemuda yang tinggal (tertidur) ratusan tahun di dalam gua?

Al-Kahfi: 25.
"Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi)."

Wassalam
ibek
latifabdul wrote on Mar 18, edited on Mar 18
Saya hanya ingin bertanya, kenapa Pak Latief selalu menjelek2an orang2 yang tinggal di hutan? apa benar mereka malas? apa benar mereka tidak berilmu?
sdr Ibe....dalam hal ini bukanlah bpk menjelek jelekan manusia yg tinggal di hutan...tapi membuat perbandingan
manusia yang berilmu ekonomi dan technologi dengan yang tidak...
niat yang baik saja..kalau dibawa dgn pikiran negatif..yaa negatif hasilnya.

Bukankah ALLAH juga memberikan contoh2 umat2 yang tidak perlu di tiru? Sebagai pelajaran bpk kira positif saja.

Kenyataannya mereka tidak berimu al Quran, ekonomi , technolgi bukan?
maaf kalau tersinggung
salam ibe
latifabdul wrote on Mar 18, edited on Mar 18
Lalu, apa benar umur maksimal manusia menurut DNAnya 150 tahun? bagaimana dengan cerita beberapa pemuda yang tinggal (tertidur) ratusan tahun di dalam gua?
Ini juga kira kira bahwa umur manusia tdk ada lagi yang melampaui 150 tahun...Umur manusia maksimum menurut DNA belum diketahui...tapi dr kenyataan sekarng ini, belum ada umur manusia 130 tahun. Kalau zaman Nabi2 ibrahim jauh lebih panjang katanya 750 tahun.

begitu pula umur2 bunga2 sebagai contoh saja..
salam ibe
latifabdul wrote on Mar 18, edited on Mar 18
Al-Kahfi: 25.
"Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi)."
Ayat ini termasuk ayat yang tidak jelas maknanya...mungkin juga umur orang2 dulu lebih panjang...dari sekarang ini.

ulama2 akan berbeda beda memahaminya ini...ini sudah termasuk hal2 yang gaib.kita masing2 boleh berijmak

salam ibe
my2cubs wrote on Mar 19
ria setuju untuk point jodoh dan rejeki. tugas kita hanya berusaha, tp hasilnya tetep Allah yg menentukan. makanya Allah akan minta pertanggungjawaban kita, kenapa milih so and so sebagai pasangan hidup. dari mana rejeki diperoleh dan untuk apa?

untuk usia, wallahu 'alam. seberapa besar campur tangan manusia untuk memperpanjang usia? hampir tidak ada.
ada bayi sehat-2 meninggal juga ada. ada orang yg diperkirakan akan meninggal lebih dulu karena sakit dsb, eh malah yg sehat yg meninggal duluan. Allah hanya meminta pertanggungjawaban kita, untuk apa umur digunakan, tp ditanya mengapa kamu meninggal di tempat tidur, misalnya? atau mengapa kamu nggak olah raga sehingga umur bisa lebih panjang, insha Allah ini tidak ditanya...Allah knows the best.
latifabdul wrote on Mar 19, edited on Mar 19
Thank you ria, sharing ilmu...
Mungkin juga Ria benar..
Om memahami bahwa Umur manusia itusudah ditentukan oleh ALLAH seperti om jelaskan diatas,tdk lebih 130 tahun
Seperi seorang engenir merencanakan membuat mobil.Mobil ini akan tahan dan bagus dipakai utk 20 tahun.(limit)
Kalau pandai menjaganya ,maka bisa sampai 20 tahun
pada umumnya manusia kurang pandai merawat mobil(kesehatan) maka umur mobil itu 5 tahun sudah rusak.

Kelihatan ada orang sehat meninggal dunia tiba2,kalau diperiksa ke dokter, dokter akan mengatakan
bahwa serang jantung...karena salah makan..saluran darah tertutup oleh cholestrol..
Jadi orang yang meninggal dunia bukan karena kecelakaan, maka ada penyebab meninggal dunia itu.

Salam hangat dr Om
wassalam.

DEAR FRIENDS;
HARI INI SUDAH 75 ORANG YANG MEMBACA, BISAKAH KITA BUAT TARGET MENJADI 200 ORANG, 500 ORANG..?

CAN WE YOU HELP ME TO SPREAD THIS JURNAL KEPADA KAWAN2

CAN WE DO IT MY FRIENDS
YES WE CAN..
YES WE CAN.

THANK YOU..
my2cubs wrote on Mar 19
Thank you ria, sharing ilmu...
Mungkin juga Ria benar..
Om memahami bahwa Umur manusia itusudah ditentukan oleh ALLAH seperti om jelaskan diatas,tdk lebih 130 tahun
Seperi seorang engenir merencanakan membuat mobil.Mobil ini akan tahan dan bagus dipakai utk 20 tahun.(limit)
Kalau pandai menjaganya ,maka bisa sampai 20 tahun
pada umumnya manusia kurang pandai merawat mobil(kesehatan) maka umur mobil itu 5 tahun sudah rusak.

Kelihatan ada orang sehat meninggal dunia tiba2,kalau diperiksa ke dokter, dokter akan mengatakan
bahwa serang jantung...karena salah makan..saluran darah tertutup oleh cholestrol..
Jadi orang yang meninggal dunia bukan karena kecelakaan, maka ada penyebab meninggal dunia itu.

Salam hangat dr Om
wassalam.

DEAR FRIENDS;
HARI INI SUDAH 75 ORANG YANG MEMBACA, BISAKAH KITA BUAT TARGET MENJADI 200 ORANG, 500 ORANG..?

CAN WE YOU HELP ME TO SPREAD THIS JURNAL KEPADA KAWAN2

CAN WE DO IT MY FRIENDS
YES WE CAN..
YES WE CAN.

THANK YOU..
oom, kadang-2 di surat kematian disebut juga sih, death by unknown cause. sebetulnya nggak ada itu unknown cause. karena sebab yg paling jelas adalah malaikat izrail sudah menjemput. Allah bilang (saya lupa di surat apa), kita tidak bisa memundurkan atau mengajukan kematian. lihat aja, ada orang-2 yg berusaha mati dengan cara bunuh diri, minum baygon misalnya. kl belum ajal, ya belum lah...

ada yg terlupa soal rejeki.
kita sepakat bahwa kita hanya berusaha, Allah yg menentukan hasilnya. sehingga kita nggak bisa bilang, bahwa orang miskin itu karena malas. lihat pak tani ataupun pedangan kecil. mereka berusaha sejak pagi buta, tp pendapatan mereka 'mungkin' tetap tidak seberapa. mereka tidak mengeluh, karena mereka melihat rejeki bukan hanya yg sifatnya material. the feeling of being content, ini juga rejeki. sehat, rejeki. banyak temen, rejeki...Alhamdulillah...
latifabdul wrote on Mar 19
my2cubs said
oom, kadang-2 di surat kematian disebut juga sih, death by unknown cause. sebetulnya nggak ada itu unknown cause. karena sebab yg paling jelas adalah malaikat izrail sudah menjemput. Allah bilang (saya lupa di surat apa), kita tidak bisa memundurkan atau mengajukan kematian. lihat aja, ada orang-2 yg berusaha mati dengan cara bunuh diri, minum baygon misalnya. kl belum ajal, ya belum lah..
Ria..ayat yang ria maksudkan itu, mungkin ini kali yaa;
''Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka jika telah datang waktunya, mereka tidak akan dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya.'' (QS 7:34).

om menfsirkan ayat ini begini;ayat ini ditujukan bukan individu, tapi bangsa.
bangsa Nuh sudah lenyap...bangsa babilon dll sudah lenyap, tidak ada satu tangan manusia yang akan
bisa menghalangi kehendak ALLAH.

Umur maksimum manusia sudah ditentukan oleh ALLAH,secara ilmu science DNA itu ada batas umurnya.
Jadi batas maksimum yg sudah ditentukan oleh DNA(ALLAH) tdk bisa dirobah robah..

Dari umur 0 sampai maksimum,ada usaha2 manusia didalamnya, yaitu dgn menjaga kesehatan dll.

Wassalam
latifabdul wrote on Mar 19, edited on Mar 19
my2cubs said
ada yg terlupa soal rejeki.
kita sepakat bahwa kita hanya berusaha, Allah yg menentukan hasilnya. sehingga kita nggak bisa bilang, bahwa orang miskin itu karena malas. lihat pak tani ataupun pedangan kecil. mereka berusaha sejak pagi buta, tp pendapatan mereka 'mungkin' tetap tidak seberapa. mereka tidak mengeluh, karena mereka melihat rejeki bukan hanya yg sifatnya material. the feeling of being content, ini juga rejeki. sehat, rejeki. banyak temen, rejeki...Alhamdulillah...
Mungkin Ria benar

tapi Om berpendapat lain, petani2 miskin karena kurang ilmu ekonomi dan technologinya
Petani2 Barat dan Amerika Om lihat lebih kaya dari petani2 yang traditional...
Jadi tergantung kepada ilmu yang dimilikinya..

Memang ada ulama2 berpendapat terutama ulama2 SUFI, bahwa rezeki di artikan bukan uang saja tapi hal2 yang lain.Oleh karena itulah kehidupan orang2 Sufi pada umumnya lemah ekonomi, atau materi .

Sesungguhnya Ria, setiap peraturan2 yg dibuat oleh ahli2 hukum palagi ALLAH, tidak mungkin membuat orang menjadi bingung karena banyak makna. Sebuah peraturan itu harus JELAS, dan mudah dimengerti,kalau tdk demikian bukanlah bernama peraturan. Bukankah demikian ria?

Memang ada sihh beberapa ayat2 ALLAH yang kurang jelas, sehingga ulama2 menafsirkan berbeda beda,maka terjadilah Firqoh2 islam yang banyak.

Kalau lemah ekonomi akan berakibat pendidikan anak2 dan cucu2 akan lemah. Kalau pendidikan anak
dan cucu2 lemah, bagaimana bentu generasi berikutnya?

ALLAH mengingatkan kita semua orang2 tua yang meninggalkan anak2 dlm keadaan miskin maka tunggulah azap ku yang pedih.

Artinya orang tua yang menerima amanah anak2 bertanggung jawab kepada pendidikan anak2nya. Maka orang tua seharusnyalah memberikan mereka pendidikan yang bagus agar anak2 bisa mandiri. Kalau pendidikan anak2 lemah ,maka anak2 akan mejadi "beban masarakat" ini tidak dikehendaki oleh rasulullah saw dan ALLAH swt.

oleh karena itulah orang2 tua harus bekerja keras,menuntut ilmu agar orang2 tua bisa meninggalkan warisan2 harta,uang kepada anak2 dan cucu2nya;

Inilah perintah ALLAH itu Ria:(mungkin Ria belum membaca peringatan ALLAH ini kali yaa)

"Dan hendaklah takut kepada Allah ( akan azab ALLAH neraka) orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah(lemah ekonomi), yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.
QS.4:9.

Juga ALLAH memerintahkan kepada nabi Musa untuk meningalkan warisan, harta atau uang yang banyak kepada anak2 dan cucu2nya;

"A good man leaves inheritences(warisan) to his childres's children."

Rasul juga memberikan nasehat untuk meninggalkan warisan yg banyak;

Sebaik baik warisan manusia sesudah mati ada 3 macam.HR Muslim.

a).Anak yang saleh, yang baik, yang selalu mendoakan orang tuanya. Selama anak itu mendoakan orang tuanya selama itu pula orang tua yang meninggal mendapat pahala di kubur.

b).Meninggalkan ilmu yang bermanfaat.Artinya seorang yang berilmu dan meningalkan buku2 yang berilmu sebelum meninggal dunia, maka selama ilmu2 itu bermanfaat untuk masarakat selama itu pula orang yang meninggal dunia,mendapat pahala di kubur.

c) Meninggalkan warisan2 yang banyak untuk anak2 dan masarakat.

Artinya selama warisan2 seperti;Alat2 trasportasi, alat2kesehatan, alat2pertanian, Mesdjid, sekolah2, rumah sakit, fabrik2 ,gedung2 dll selama warisan2 itu bermanfaat untuk masarakat,selama itu pula orang yang meninggal dunia mendapat pahala di kubur.

Demikian respond yang dapat Om berikan.semoga ada manfaatnya

kalau Ria masih ragu2 dgn kata kata "rezeki",boleh kita lanjukan lagi.

Wassalam

SAMPAI JAM INI 126 YANG MEMBACA, MARI KITA CAPAI TARGET 200 ORANG,MARI KIRIMI KAWAN2.

CAN WE DO THAT/
YES WE CAN
YES WE CAN.

THANK YOU.
abgbosan wrote on Mar 20
tq bro
halfian wrote on Mar 20
jangan menyerahklan begitu saja semuanya kepada Allah, dan tidak melakukan apa2. Bekerja keras dulu baru bertawakkal, berusaha dulu baru berpasrah.
latifabdul wrote on Mar 20, edited on Mar 20
Alhamdulillah, mari kita berbaiki dan kita kirimkan kepada kawan2 semua
make LINK

MARI KITA CAPAI TARGET 200 PEMBACA..WITH YOUR HELP.

CAN WE DO IT?
YES WE CAN
YES WE CAN
YES WE CAN

PLS DO IT NOW

wassalam
Comment deleted at the request of the author.
roseenahalide wrote on Mar 23
Assalamu alaikum
bagaimana caranya biar cepet dapat jodoh?
ggon wrote on Mar 29
Kenapa sodara tidak percaya dengan lauful mahfuz ?????
Cobalah untuk mengkaji lebih dalam lagi sebelum kita berargumen, !!
Jangan sampai argumen kita menyesatkan orang awam !!!!
nchiedive wrote on May 24
Robbanaa laa taj’alnaa fitnatal lil qoumizh zhoolimiin,
Wa najjinaa bi rohnatika minal qoumil kaafiriin.

HATI-HATI...ANDA MEMASUKI KAWASAN SESAT
DAN MENYESATKAN...!!!
antonsemar wrote on Jun 22
Saat ini banyak umat Islam yang melakukan amal perbuatan serupa dengan orang-orang yang ingkar pada Allah. Atau mereka sedikit demi sedikit melenceng dari agama Islam. Bahkan ada juga yang mulai ridho ketika mencampur aqidahnya dengan selain Islam. Hal tersebut tentunya sangat membahayakan kondisi keimanannya karena bisa menghantarkannya pada tanda-tanda riddah.
Apakah yang dimaksud riddah?
Riddah secara bahasa berarti kembali kepada kekafiran. Sedangkan menurut istilah berarti meninggalkan dienul Islam dan menolak dien atau aqidah lain yang bertentangan dengan aqidah Islam. Dan orang yang melakukan perbuatan riddah disebut murtad. Ad Dimyati, seorang ulama, dalam kitabnya Mafahim Aqidah Fil Islam menyebutkan bahwa riddah ada tiga macam, yaitu I’tiqod (keyakinan), perbuatan dan pernyataan.
Berikut ini adalah tanda-tanda Riddah (kemurtadan):
1. Meminta perlindungan, ketaatan dan kekuasaan atau hak untuk membuat hukum kepada selain Allah. Dengan kata lain seseorang yang meyakini bahwa aturan Islam tidak layak untuk masa kini atau meyakini aturan lain lebih layak maka berarti ia telah kufur dan keluar dari Islam.
Hal ini sebagaimana firman Allah, “Barang siapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang kafir.” (Al-Maidah:44)
“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhukum kepada thaghut padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan setan bermaksud menyesatkan mereka dengan penyesatan yang sejauh-jauhnya. “ (An-Nisaa’:60)
2. Membenci sesuatu yang ada dalam Islam. Misalnya ada orang yang menyatakan, “Saya tidak suka pada sistem ekonomi Islam karena melarang riba, suap, penimbunan harta, dan sebagainya atau saya benci aturan berjilbab karena membatasi hak-hak wanita.” Atau mengatakan, “Saya benci aturan pergaulan dalam Islam karena melarang berpacaran.” Maka orang ini telah melakukan perbuatan riddah. Sebagaimana firmanNya,”Dan orang-orang yang kafir maka kecelakaanlah bagi mereka dan Alalah menyesatkan amal-amal mereka. Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (yaitu Al-Qur’an) lalu Allah menghapus pahala amal-amal mereka.” (Qs. Muhammad 8-9)
3. Menertawakan ajaran atau syiar (symbol-simbol) Islam seperti ruku’ dan sujud dalam sholat atau thawaf di sekitar ka’bah dan sebagainya, yang termasuk dalam makna istizaa’ (merendahkan, mengejek, menghinakan) misalnya terhadap pakaian wanita muslimah yang longgar dikatakan mirip tenda atau karung. Menertawakan hal semacam ini sudah cukup menjadikan seorang muslim keluar dari agamanya, sebab Allah berfirman, “Orang-orang munafik itu takut akan diturunkan terhadap mereka sesuatu surat yang menerangkan apa yang tersembunyi dalam hati mereka. Katakanlah kepada mereka teruskanlah ejekanmu (terhadapa Allah dan RasulNya). Sesungguhnya Allah akan menyatakan apa yang kamu takuti itu. Dan jika kamu tanyakan pada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu) tentulah mereka akan menjawab, “Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja. Katakanalah,”Apakah kepada Allah, ayat-ayatNya dan RasulNya kamu selalu berolok-olok? Jangan kamu minta maaf karena kamu sungguh telah kafir sesudah beriman. Jika kami maafkan segolongan dari kamu (lantaran kamu bertaubat) niscaya Kami akan mengazab golongan yang lain disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa (At-Taubah: 64-66)
4. Menghalalkan apa-apa yang diharamkan Allah swt dan mengharamkan apa-apa yang dihalalkan Allah swt. “Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa-apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta ini halal dan ini haram, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengadakan kebohongan tehadap Allah tiadalah beruntung. (itu adalah) kesenangan yang sedikit, dan bagi meeka azab yang pedih. (An-Nahl 116-117)
5. Iman kepada sebagian ajaran Islam dan kufur kepada sebagian lainnya. Seperti orang yang iman bahwa Islam itu sekadar agama ritual dan ia ingkar bahwa Islam adalah agama yang mengatur ekonomi, hukum, politik, pengadilan, dan sebagainya. Atau orang yang mengatakan bahwa Islam tidak erkaitan dengan system sosial, Islam hanya terkait dengan masjid-masjid, tidak ada kaitannya dengan negara, interaksi sosial atau sanksi hukum. Juga Islam tidak berkaitan dengan pakaian dan makanan sehingga laki-laki dan perempuan berpakaian sekehendaknya sendiri. Allah swt berfirman,”Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan RasulNya dan bermaksud meperbedakan antara Allah dan RasulNya dengan mengatakan, “Kami beriman kepada yang sebagian dan kami kafir terhadap sebagian (yang lain) serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kufur). Merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir itu siksaan yang menghinakan. (An-Nisaa’:150-151)
6. Seruan untuk beriman hanya kepada Al-Quran dan mengingkari sunnah (paham ingkar sunnah). Hal tersebut adalah kufur karena adanya ayat-ayat yang tegas memerintahkan untuk mengikuti Rasulullah saw. “Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah dia dan apa yang dilarangnya bagimu, tinggalkanlah (Al-Hasyr 7)
7. Mengejek (menjadikan bahan tertawaan) salah satu perbuatan Rasulullah saw. Seperti mencela perbuatan rasulullah saw dalam hal jumlah istri, bahwa Rasullullah mempunyai 9 istri pada satu waktu dengan dasar nafsu semata-mata. Atau mengatakan bahwa Rasullullah mengharamkan umatnya kawin dengan lebih dari 4 wanita padahal dia mengawini 11 wanita.
8. Seruan sebagian orang yang menyatakan bahwa Al-Quran mempunyai makna batin (tersembunyi) yang berbeda dengan makna dzahirnya. Atau Al-Quran mempunyai makna batin yang hanya dapat dipahami sebagian orang dengan perantaraan ilham.
Dengan seruan dan pernyataan itu dijadikan dasar mereka mengatakan Islam belum sempurna maknanya. Kemudian mereka mencari takwil (pemaknaan) Al-Quran dan mengubah maknanya yang sesuati dengan keinginan dan kepentingan mereka sendiri.
9. Meyakini bahwa Allah swt itu menyatu dengan makhluk misalnya pendapat kaum Nustairiyah yang menyatakan bahwa Allah swt menyatu pada diri Ali bin Abi Thalib.
10. Menyeru kepada paham-paham yang bertentangan dengan Islam. Misalanya menyeru kepada paham qoumiyah (golongan) dan wathoniyah (kebangsaan). Setiap orang yang menyeru kepada paham-paham semacam itu dan menjadikannya sebagai dasar ajaran dan tujuan kemudian melakukan langkah usaha dan upaya kea rah itu, maka ia berarti melakukan tindakan kekufuran dan oaring yang melakukannya telah keluar dari Islam. Sebagaiman sabda Rasulullah saw, “Tidak termasuk golonganku oang yang mengarah pada ashobiyah (golongan) dan tidak termasuk golonganku orang ynag berperang karena ashobiyah dan tidak termasuk golonganku orang yang mati karena ashobiyah (HR. Dawud)
11. Meyakini kebenaran sesuatu yang bertentangan dengan aqidah Islam. Ragu terhadap aqidah Islam, ragu terhadap yang qothi mengeluarkan ucapan-ucapan kufur atau berbuat tindakan kufur. Misalnya mengatakan Allah swt mempunyai sekutu, bahwa Al-Quran itu bukan kalamullah, ingkar terhadap perkara-perkara yang diatur agama seperti ingkar terhadap sholat, zakat, puasa, haji dan wajibnya jihad, haramnya minum khamr, judi, zina dan sebagainya.
Semoga tanda-tanda tersebut di atas tidak terdapat pada diri kita, pada orang-orang yang kita sayangi. Wallahu’alam bishshowab.

Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help