TAQWA; MENYILAMI RAHASIA2 ALLAH DALAM AL QURAN. Creative Al Quran study.

MY DREAM IS TO SEE THE PEACEFUL SOCIETY,PROSPERITY, NONE DISCRIMINATION, AND  JUSTICE FOR ALL.

 

Oleh Latifabdul
بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Bismilahirrahmanirrahiim

APAKAH SALAH/HARAM MENINGGALKAN WARISAN SAMPAI 7 KETURUNAN DAN MASARAKAT?


(Setelah menyilami rahasia2 Al quran dan Hadits2,saya menemukan bahwa setiap orang beriman seharusnya meninggalkan warisan2 yang banyak,agar keturunan tidak menjadi beban orang lain,mensejahterakan masarakat sekelilingnya,membiayai dakwah islam dan diharapkan pembayar zakat yang besar.)

Semoga ALLAH melindungi saya dari tipu daya setan yang terkutuk dlm menjelaskan tentang warisan dalam islam.

Sering kita mendengar dan membaca buku2 islam bahwa orang2 yang meninggal dunia tidak akan membawa hartanya ke kubur, oleh sebab itu buat apa bekerja keras mencari uang. Yang akan di tanya oleh ALLAH adalah amal2 salehnya, bukan harta dan uangnya. Berdampak negatif.

Yang kedua yang sering juga kita mendengar dan membaca buku2 dakwah islam yaitu mengajak umat islam untuk mejauhi kehidupan materi, uang dan harta.Ini juga berdampak negatif.

Yang ketiga yang sering juga kita mendengar/ membaca adalah bahwa Nabi adalah seorang miskin,tidak meninggalkan warisan satu sen pun kepada anak2nya. Semua harta Rasul dan istri sudah di gunakan untuk dakwah islam.Ini juga berdampak negatif.

Yang keempat sering kita membaca buku2 dakwah islam dlm Hadits2 bahwa orang2 miskin banyak disyurga, dan orang2 kaya susah masyuk syurga. Berdampak negatif, menajdi umat islam malas bekerja, atau takut menjadi orang kaya harta dan uang.

Ada lagi cerita riwayat bahwa rasul ditawarkan emas satu gunung, rasul menolok. Cerita ini tidak benar,berdampak negatif. Alangkah bagusnya diterima nabi untuk membiayai Dakwah islam bukan?

Mungkin tidak pernah usztad2 memberikan dakwah2nya kepada jemaah untuk mengikuti sunnah Nabi bagaimana mencari nafkah yang terbaik.

Mungkin tidak pernah kita mendengar usztad2 agar orang2 muslim seharusnya meninggalkan warisan yang banyak kepada anak2 dan cucu2nya jangan sampai anak2 ditinggalkan dalam keadaan miskin dan menjadi beban bagi orang lain dan pemerintah.

Sampai sekarang masih banyak usztad2 menyampaikan dakwah2 seperti diatas itu kepada jemaah2nya baik di kapung2 maupun di kota2.

Akibatnya dari salah kaprahnya materi dakwah yang disampaikan bertahun tahun kepada umat islam, saya perhatikan sangat berdapak negatif kepada umat islam.Kurang sekali motivasi bekerja keras dan pengorbanan.

Yang paling beruntung dgn dakwah dari Usztad2 kita adalah penjajah Belanda yang yg terus menerus mengusai ekonomi pribumi. Penjajah sudah pergi, kawan2 kita China yg sukses mengusai ekonomi karena belajar dari penjajah.

Kalau sudah dapat sesuap nasi hari ini, yaa sudahlah,itulah rezeki yang diberikan oleh ALLAH swt.Kemudian banyak memilih jalan hidup yang mudah yaitu menjadi pegawai2 negeri walaupun sudah tahu gajinya kecil di bandingkan dgn berdagang.


Memang penjajah2 tidak sukses merobah agama umat menjadi agama mereka, tapi mereka sukses merusak pemahaman ajaran islam yang membawa kemajuan atau Rahmatan lil'alamin menjadi terbalik, terbelakang.

Sekarang kita lihat suku/bangsa mana yang mengusai ekonomi dan kehidupan bangsa Indonesia kususnya, dan negara2 islam umumnya.

Sesungguhnya ALLAH sudah memberikan peringatan2 kepada Nabi sebelumnya as dan Nasehat Rasulullah saw dan sahabat2. Seperti dibawah ini;


Dalam buku Taurat,perjanjian lama,kita menemukan;


A good man leaves inheritences(warisan) to his childres's children.


(Terjemahan:orang2 yang baik adalah orang2 yang dapat meninggalkan warisan untuk anak2 sampai cucu cucunya, )


Orang2 Barat(nasrani dan yahudi malah mentaati perintah ALLAH diatas dengan baik.Mereka bekerja keras, belajar sungguh2, berkorban untuk anak2 dan cucu2nya. Kita lihat mereka meninggalkan banyak karya2 yang excelent untuk kemanusian. Begitu pula umat budha, terutama Japan, Taiwan,Korea dan China daratan sedang menuju kemakmuran pula.


Sesungguhnya nabi kita Muhammad saw sudah memberikan contoh dan juga menjelaskan dalam hadits nya.


Dan sebelum penjajah menyajajah Arab, banyak ilmu2an Islam yang berkarya sampai hari ini ilmu2nya masih menjadi references seperti; Ilmu fisika, mathematik,kesehatan dll.


Setelah negara2 islam di jajah oleh Barat ratusan tahun,  banyak usztad2 yang terpengaruh oleh penjajah untuk TIDAK menyampaikan hadits tersebut diatas,karena Hadits itu dapat memotifasi umat islam dalam bidang ekonomi agar ekonomi umat menjadi maju dan kuat. Kalau ekonomi umat menjadi kuat, maka penjajah akan ketakutan


Perlu kita perbaiki kesalahan2 tersebut,agat umat islam kembali berjaya. Kalau ekonomi berjaya atau kuat,maka technologi juga kan menjadi kuat dgn sendirinya.


Rasulullah bersabda: (Rasulullah menjelaskan tentang ayat diatas lebih renci)

Sebaik baik warisan manusia sesudah mati ada 3 macam.HR Muslim.

a).Anak yang saleh, yang baik, yang selalu mendoakan orang tuanya. Selama anak itu mendoakan orang tuanya selama itu pula orang tua yang meninggal mendapat pahala di kubur.

b).Meninggalkan ilmu yang bermanfaat.Artinya seorang yang berilmu dan meningalkan buku2 yang berilmu sebelum meninggal dunia, maka selama ilmu2 itu bermanfaat untuk masarakat selama itu pula orang yang meninggal dunia,mendapat pahala di kubur.


( Sebelum negara2 arab di jajah oleh Barat, banyak sekali cendikiawan2 islam yang meninggalkan ilmu2nya,dan sampai sekarang masih di gunakan seperti; Ilmu mathamtik, ilmu fisika dan kesehatan.)

c) Meninggalkan warisan2 yang banyak untuk anak2 ,cucu cucu dan masarakat seperti;mendirikan Industri2 yg diperintah ALLAH QS.57:25.


Alat2 trasportasi, alat2kesehatan, alat2pertanian, Mesdjid, sekolah2, rumah sakit, fabrik2 ,gedung2 dll selama warisan2 itu bermanfaat untuk masarakat,selama itu pula orang yang meninggal dunia mendapat pahala di kubur.


Pertanyaan kepada diri kita; Bangsa mana yang banyak meninggalkan warisan2 kepada kemanusian sampai 7 keturunan?

 

Waktu sekarang ini, negera2 yang berpenduduk islam kurang berkarya di bandingkan dengan negara2 Jepang dan Barat.


Ini sangat kita sayangkan sekali dan perlu di perbaiki cara mengamalkan ajaran2 islam yang diajarkan oleh ulama2 dan Usztad2 sekarang ini.

 

Rasul memberi nasehat lagi;

1.ALLAH lebih senang muslim yang kuat iman dan ekonominya dari pada muslim yang lemah.HR Muslim.


2.Tangan  di atas lebih mulia dari pada tangan dibawah.HR Buhaiqi.


3.Sebaik baik pertolongan atas taqwa kepada Allah swt adalah "harta-uang".HR Baihaqi.

(Betapa tidak, seseorang yang tidak memiliki harta-uang (alias miskin), akan habislah waktunya untuk mencari makan, pakaian, rumah dan kebutuhan anak-anak, sekolahnya, kebutuhan pokok lainnya dalam kehidupan sehari harinya. Belum lagi diharapkan kepada kesulitan-kesulitan yang tidak bisa diatasinya, kecuali dengan harta-uang. Hal mana akan menghalangi dia untuk berzikir dan berpikir. Kemudian tidak akan mendapat kesempatan beribadah haji, zakat, sedekah dan amal-amal saleh lainnya. Kemiskinan mudah menjadikan orang kepada kufur,berada dekat pintu neraka.)

Sebuah nasehat dari Khalifah Umar bin Khatab;

 

"Pada suatu masa dimana umat muslim sudah meninggalkan usaha berniaga,berdagang,pengusaha dan Industri,sebagai mata pencariannya, maka umat muslim yang jutaan jumlahnya, hidupnya akan banyak tergantung kepada umat lainnya, akirnya menjadi umat lemah, umat yang selalu tergantung , umat yang mudah di porak perandakan oleh kekuatan lain"

 

Jalan untuk sukses dunia dan akhirat ikutilah Sunnah Rasul dlm mencari nafkah agar rezeki dari ALLAH banyak dan dapat membayar zakat yang besar dan dapat membantu membangun masarakat yang sejahtera dan dapat meninggalkan warisan yang banyak setelah kita meninggal dunia.


Marilah kita semua berkerja keras, dan sakrifas untuk anak2,cucu2 dan masarakat. Tanpa sakrifas/pengorbanan dan bekerja keras mustahil akan dapat meninggalkan warisan yang banyak untuk anak2 dan cucu2 generasi penurus bangsa.


EKONOMI DAN IPTEK haruslah dikuasai kalau tidak bangsa Indonesia akan tetap lemah, terbelakang dari bangsa2 lain2nya.


Sebuah ayat ALLAH memperingatkan ORANG2 TUA miskin harta dan ilmu:


Siapa2 yang meninggalkan anak2nya dlm keadaan miskin, maka tunggulah azab ku yang pedih. Mungkin anda juga tidak pernah mendengar peringatan ALLAH ini dari usztad2 anda selama ini bukankah demikian?


“Dan hendaklah takut kepada Allah( hukuman2 ALLAH yaitu neraka) orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah,(miskin) yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada ALLAH dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.”QS.4:9 .

 

وَلۡيَخۡشَ ٱلَّذِينَ لَوۡ تَرَكُواْ مِنۡ خَلۡفِهِمۡ ذُرِّيَّةً۬ ضِعَـٰفًا خَافُواْ عَلَيۡهِمۡ فَلۡيَتَّقُواْ ٱللَّهَ وَلۡيَقُولُواْ قَوۡلاً۬ سَدِيدًا (٩)


APA TUGAS KITA YANG SUDAH TAHU?

1.Mari kita mulai dari diri sendiri dan ajarkan kepada anak2

dan murid2 kita.


2. Mari kita ajarakan anak2 dan murid2 kita untuk bercita cita

meninggalkan warisan yang banyak untuk masarakat.


3..Karena usztad2 dan ulama2 adalah ujung tombak untuk memajukan umat islam dan yang dekat dgn mereka, maka sebaiknya usztad2 dan ulama2 harus kita beritahukan secepatnya.


4. Sebaiknya buku2 yang memuat cerita2 yang berdampak negatif kepada umat di buang jauh2.

 

5. Semoga dgn adanya perintah ALLAH dan Rasul untuk meninggalkan warisan yang banyak, seharusnyalah orang muslim kita termotivasi untuk bekerja keras dan berilmu, dan takut kepada ALLAH dan Rasul kalau tidak mematuhi perintah2 Nya.

6. PERINGATAN;

Jadilah orang2 kaya harta dan uang yang pemurah, senang membantu anak2 yatim piatu, fakir miskin, membiayai dakwah2 islam, dan membuka lapangan kerja, dll

Orang2 yg kaya pemurah ALLAH akan menambahkan kekayaan itu berlipat ganda,seperti ALLAH firmankan di bawah ini;

Perumpamaan orang orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah itu seperti benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada setiap butir terdapat seratus biji. Melipatgandakan bagi siapa saja ( Islam dan non Islam) yang Dia kehendaki dan Allah Maha mengetahui QS.2:261)

Sebab kalau orang2 kaya tergoda dgn setan, maka kekayaannya itu akan menjadi kayu api untuk membakar dirinya nanti di neraka. Jadi hati hati dgn ujian2, Contoh orang2 kaya yang baik adalah Aa Gym dan Usztad2 Ashhari.Tetap hidup yang zuhud.

Semoga umat islam capat kembali berjaya,baik moralnya maupun

kesejahteraannya. Harus seimbang antara spritual dan materi(harta dan uang ).


Silakan lanjuti dgn jurnal ini;

Umat islam haruslah mengusai ekonomi dan iptek

http://latifabdul.multiply.com/journal/item/12

Bagaimana mengukur seorang muslim yg sukses.

http://latifabdul.multiply.com/journal/item/114

Kalau saya salah menafsirkan Hadits diatas mohon di berikan koreksi saya sangat hargai sekali,kalau benar mari kita sebar luaskan kepada masarakat agar umat islam yang salah memahami ajaran2 islam kembali kejalan yang lurus,jalan menuju umat yang sejahtera(madani).

FEEDBACK DARI ANDA SANGAT DIHARAPKAN UNTUK MENGUJI KEBENARAN YG SAYA TULIS INI.

wassalamu'alaikum wr.wb

Marilah kita sharing ilmu,berdiskusi secara islami,santun, dengan hikmah,semoga banyak bermanfaatnya bagi pembaca.

"Serulah(manusia) kepada jalan Robbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik."

44 CommentsChronological   Reverse   Threaded
entamchengho wrote on Mar 21
Wassalam terima kasih pak atas artikelnya. saya juga setuju. Kita itu harus kaya, Nabi sulaiman nabi yang kaya. Imam Zakarya Al Anshori adalah Ulama yang kaya. kita punya banyak tauladan disegala bidang, klo nabi sulaiman tadi tauladan gimana memanfaatkan harta dijalan Allah. klo nabi Isa tauladan hidup sederhana namun tetap bertaqwa. Nabi Yusuf, kekayaan dan keparasan rupa. Nabi Ayyub dengan kesabaarannya. dan Rasululloh mencakup semuanya.
Rosullullah emang Wafat tanpa meninggalkan harta sepeserpun, tapi bukan berarti Rosullullah miskin. Beliau pernah ditawari Emas sebesar gunung. menyatakan bahwa harta itu bukan segala-galanya.
Rosullullah bersabda : sebaik-baik kamu adalah orang yang baik terhadap keluarganya.
diantara wasilah kita berbuat baik dengan keluarga ya dengan harta. harta yang banyak, bisa tujuh turunan, trus digunakan dijalan Allah subhanallah bukankah itu suatu hal yang baik. Syukron, afwan jika ada kata yang kurang berkenan, ma'lum anak kampung yang buta.
solekha wrote on Mar 21
Waalikum salam,,subhanalloh sanget bermanfaat sekali buat di renungkan,,buat bapak abdul terima kasih banyak pak,
saya banyak belajar,,semuga menjadi amal ibadah buat bapak sekeluarga,amin,,
latifabdul wrote on Mar 21
@ Atas sama sama terimakasih, mari kita ajak umat untuk
bekerja sungguh2 demi agama dan anak2 serta cucu2 kita.

SUDAH 121 YANG MEMBACA ARTIKEL INI, MARI KITA CAPAI 500 MUSLIM

CAN YOU SENT OR LINK IT, TO YOUR FRIENDS
YES WE CAN
YES WE CAN
YES WE CAN

SALAM

manumuai wrote on Mar 21, edited on Mar 21
Ass wr wb
Maaf sampai sekarang ada bagian hati saya yang "tergelitik"... tentang "arti harta" dalam Islam. Apakah betul harta yang dimaksudkan harta adalah "harta benda"??? Karena (maaf ini sungguh dari pengetahuan saya yang minim) Rasulullah diakhir hayat beliau, minta kepada putrinya untuk segera men"sodakoh"kan harta-harta terakhir beliau. Lalu bila kita melihat "realita", berapa banyak keluarga dengan harta warisan 7 turunan yang "sanggup bertahan" dijalan Allah? Memang Allah juga menganjurkan kita untuk memiliki keturunan-keturunan yang "kuat", dan di zaman sekarang untuk punya anak-anak yang sanggup "berdiri tegak" dengan "dien Islam" memasuki era globalisasi sungguh butuh dana yang lumayan besar, sampai-sampai kadang kala orang tua harus "mengandalkan" harta nenek moyang (alhamdulillah kalau ada)
Pls... bapak beri saya "pencerahan" untuk ini, Jazakallahu kh kn
latifabdul wrote on Mar 21
Ass wr wb
Maaf sampai sekarang ada bagian hati saya yang "tergelitik"... tentang "arti harta" dalam Islam. Apakah betul harta yang dimaksudkan harta adalah "harta benda"??? Karena (maaf ini sungguh dari pengetahuan saya yang minim) Rasulullah diakhir hayat beliau, minta kepada putrinya untuk segera men"sodakoh"kan harta-harta terakhir beliau. Lalu bila kita melihat "realita", berapa banyak keluarga dengan harta warisan 7 turunan yang "sanggup bertahan" dijalan Allah? Memang Allah juga menganjurkan kita untuk memiliki keturunan-keturunan yang "kuat", dan di zaman sekarang untuk punya anak-anak yang sanggup "berdiri tegak" dengan "dien Islam" memasuki era globalisasi sungguh butuh dana yang lumayan besar, sampai-sampai kadang kala orang tua harus "mengandalkan" harta nenek moyang (alhamdulillah kalau ada)
Pls... bapak beri saya "pencerahan" untuk ini, Jazakallahu kh kn
Sdr Manumuai...ALLAH mejelaskan dlm al Quran,bahwa peraturan2 yg dibuat oleh ALLAH itu jelas, detailed, mudah dimengerti dan maknanya hanya satu. Kalau sebuah peraturan bermakna lebih dari satu,maka umat sudah tentu bingung bukan? bpk juga demikan dulunya, bahwa ayat2 ALLAH banyak maknanya, kalau bukan orang ahli tdk bisa menafsirkan ayat2 ALLAH. jadi dpersulit. Ini penjelasan ALLAH;

The Quran is complete/sempurna (Quran 6:38), perfect/tepat (Quran 18:1-2) and fully detailed /terperinci (Quran 6:114).
Jadi apa yang tertulis dlm al quran dlm bhs Indonesia, itulah arti yang terbaik.

kalau tertulis "harta" artinya harta benda yang sama sama kita artikan.
Kalau tertulis rezeki,artinya Rezeki uang,dan harta, warisan.

Kedua yang perlu kitaberhati hati adalah sumber ilmu;

Sumber ilmu/Info yang paling suci,tdk salah, dan di akui semua ulama2(syiah,Sunni dll) adalah Al quran.
Selain dr al quran, ALLAH tidak menjamin kesuciannya...karena bisa di rekayasa oleh penulis, seperti
hadits2 dan buku2 sejarah islam dan riwayat2 nabi dan sahabat.

Kalimat;" rasulullah saw meminta putrinya mensedekahkan harta terakir beliau" Ini bersumber dari buku sejarah arab
tdk bisa dijadikan sebagai aqidah perjuangan islam.kalimat itu bisa direkayasa oleh penulis2 buku2 sejarah.

Sedangkan Rasulullah bersabda menyelaskan sebuah wahyu ALLAH yg turun kepada Nabi Musa as;
bahwa orang2 beriman ,muslim haruslah meninggalkan warisan yang banyak barakah untuk anak2 dan cucu2nya
atau masarakat...menuruit pikiran itu bagus bukan?

kalau kita meninggalkan anak2 dlm miskin yaaa sedih bukan, makanya ALLAH memperingatkandlm ayatnya
Orang2 tua yang miskin, akan mendapatkan hukuman yang berat dr ALLAH, karena meninggalkan anak2 dlm kemiskinan. Orang tua seperti ini TIDAK BERTANGGUNG JAWAB KEPADA ANAK2NYA...

Jadi sebaiknya ikutilah al quran,pasti benar dan tidak salah
Kalau mengikuti buku2 sejarah yg diajarkan oleh usztad2 , tidak ada jaminan kebenaran sejarah itu bukan?
Apakah anda percaya 100% kepada buku2 sejarah yg ditulis oleh manusia?

kalau kita beriman/ percaya kepada manusia, kita tergolong dosa Syirik,yg tdk bisa diampuni oleh ALLAH

demikian yg bisa bpk jelaskan,semoga bermanfaat

wassalam

wildflower81 wrote on Mar 22
Assalamualaikum pak latif, saya sangat setuju dengan artikel diatas. Hanya saja kalau melihat kondisi saat ini dimana pendapatan berbanding terbalik dengan harga barang, lapangan kerja makin sempit sementara pencari kerja semakin banyak, persaingan semakin ketat, rasanya sangat berat untuk dapat mengumpulkan harta sampai 7 turunan, namun semoga artikel ini dapat memotivasi kita untuk lebih giat lagi dlm mencari rezeki, memotivasi pekerja2 untuk meningkatkan prestasinya sehingga kita dapat mengamalkan salah satu perintah Allah tersebut. Amin. Wassalam
syafaka4wl wrote on Mar 22
Terima kasih atas artikel yag bagus ini. Saya setuju kalau ummat Islam haru menguasai ilmu teknologi juga ekonomi, karena untuk "ke surga" itu mahal harganya....
latifabdul wrote on Mar 23
Hadis Aisyah r.a katanya:
”Rasulullah s.a.w tidak meninggalkan dinar, dirham, kambing ataupun unta dan tidak pula berwasiat”

Dari Amir bi Haris r.a:
“Ipar Rasulullah s.a.w yaitu saudara Juairiah binti Haris, katanya: ketika Rasulullah s.a.w wafat, beliau tidak meninggalka dirham, dinar, hamba sahaya lelaki dan perempuan, dan tiada suatu apa pun selain keldai putih beliau, senjata dan tanah yang telah dijadikan sedekah(wakaf).”

Kedua Hadits diatas ini bertentangan dgn ayat ALLAH yg diturunkan kepada Nabi Musa
dan bertentangan dgn Hadits2 yg menyokong ayat ALLAH diatas.

Jadi Hadits ini adalah palsu dan berdampak negatif kepada umat islam.

Hati htilah dgn Hadits2 yg berdampak negatif.

Wassalam
kinnayu wrote on Mar 23
Terimakasih sudah datang ke site saya, Alhamdulilah sekali ada pencerahan baru buat saya mengenai ilmu2 islam yang belum saya ketahui.... sangat bermanfaat....
inadatu wrote on Mar 23
Jazakillah, bapak telah berbagi ilmu dengan saya, membaca artikel Bapak saya jadi terpacu untuk bekerja lebih giat dan lebih kreatif dalam mencari sumber mata pencaharian halal lainnya, memang betul dengan warisan yang memadai setidaknya kita telah mempersiapkan ummat islam penerus kita untuk hidup layak sehingga dapat terus berjuang membela agama Allah serta menyantuni orang yang membutuhkan, bukankah tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah ? tentunya disertai pula pembinaan akhlak bagi generasi penerus kita sehingga jasmani dan rohaninya seimbang dan tidak lalai untuk terus berusaha melanjutkan perjuangan orangtuanya, syukron
latifabdul wrote on Mar 23
@Atas, terimakasih atas kunjungan dan respondnya

sampai hari ini sudah 267 orang yang membaca,semoga bermanfaat untuk memotifasi umat

CAN WE SENT TO YOUR FRIENDS, WE MAKE TARGET 500 MUSLIM.

CAN WE DO IT WITH YOUR HELP

YES WE CAN
YES WE CAN
YES WE CAN
cimut78 wrote on Mar 24
Alhamdulillah dapet ilmu lagi hari ini...Thanks For Sharing....
kamiilahmum wrote on Mar 24
Trima kasih & Alhamdullilah, telah diudang utk. membaca artikelnya. Subhanallah. Saat2 ini jalan "kesana" sedang saya rintis, semoga terjabah oleh-Nya. Umat Islam HARUS KAYA, KAYA HATI & KAYA HARTA.. bisa lebih banyak berbagi, bermanfaat & mempunyai arti untuk keluarga, anak cucu & lingkungan.. Amiin.
latifabdul wrote on Mar 24
@atas semua, terimakasih banyak atas kunjungannya..mudah2an bisa menjadi motifasi
dlm hidup yg sekali ini...hidup yang bermanfaat untuk anak2 cucu2 danmasarakat...

HARI INI 322 ORANG YG TELAH MEMBACA.
MARI KITA SEBARKAN KEPADA TEMAN2 BUAT LINK... ,TARGET 500 ORANG MUSLIM.

CAN WE DO THAT?
YES WE CAN
YES WE CAN

wassalam.
putrifadhil wrote on Mar 24, edited on Mar 25
Wa`allaikumsallam Wr Wb...Semoga kita semua menjadi hamba2 yang kaya hati saja di dunia dan akhirat nanti...amien.
genkeis wrote on Mar 24, edited on Mar 24
Assalamualikum wr wb

Saya mengingat kepada anda (atas dasar cinta dan sayang kepada sesama muslim), agar berhati-hati dalam menetapkan status sebuah hadits! Siapakah anda, sehingga karena membaca sebuah hadits yang bersebrangan dengan pola pikir anda, lantas menghukuminya sebagai hadits palsu? Apakah anda sudah melakukan penelitian hadits tersebut? berhati-hatilah saudaraku :)

Hadis riwayat Aisyah ra.: Sesungguhnya istri-istri Rasulullah saw., ketika beliau wafat, ingin mengutus Usman untuk menemui Abu Bakar meminta harta warisan mereka dari Nabi saw. Aisyah lalu berkata kepada mereka: Bukankah Rasulullah saw. pernah bersabda: Kami tidak mewariskan apa yang kami tinggalkan adalah harta sedekah (Sahih Muslim)

Memang benar bahwa meninggalkan ahli warismu dalam keadaan kaya itu lebih baik daripada kamu meninggalkan mereka dalam keadaan miskin yang akan meminta-minta kepada manusia.

Hadis riwayat Sa‘ad bin Abu Waqqash ra., ia berkata: Pada waktu haji wada, Rasulullah saw. menjengukku karena menderita penyakit yang hampir menyebabkan kematianku. Lalu aku berkata: Wahai Rasulullah, penyakitku sangat parah seperti yang engkau lihat, sedangkan aku adalah seorang hartawan dan tidak ada yang mewarisiku kecuali putriku satu-satunya. Apakah aku bersedekah dengan dua pertiga hartaku? Beliau menjawab: Tidak boleh. Aku bertanya lagi: Dengan setengahnya? Beliau menjawab: Tidak boleh, dengan sepertiga saja. Dan sepertiga itu sudah banyak. Sesungguhnya jika kamu meninggalkan ahli warismu dalam keadaan kaya itu lebih baik daripada kamu meninggalkan mereka dalam keadaan miskin yang akan meminta-minta kepada manusia. Dan kamu tidak menafkahkan suatu nafkah pun untuk mencari keredaan Allah, kecuali kamu akan mendapatkan pahala karena nafkahmu itu walaupun sesuap makanan yang kamu masukkan ke mulut istrimu. Ia berkata: Aku bertanya: Wahai Rasulullah, apakah aku akan tetap hidup setelah sahabat-sahabatku (meninggal)? Beliau bersabda: Sesungguhnya kamu tidak diberikan umur panjang lalu kamu mengerjakan suatu amal untuk mengharap keredaan Allah, kecuali kamu akan bertambah derajat dan kemuliaan dengan amal itu. Semoga kamu diberi umur panjang sehingga banyak kaum yang akan mendapatkan manfaat dari kamu, dan kaum yang lain (orang-orang kafir) menderita kerugian karenamu. Ya Allah, sempurnakanlah hijrah sahabat-sahabatku, dan janganlah Engkau kembalikan mereka ke belakang (ke kekufuran). Tetapi orang yang celaka yaitu Sa`ad bin Khaulah berkata: Rasulullah saw. menyayangkannya (Sa‘ad bin Khaulah yang meninggal di Mekah ) (Sahih Muslim)

Harta memang merupakan hal yang memiliki kebaikan jika dikelola oleh tangan-tangan yang baik. Karena pada hakikatnya harta itu hanya sarana, yang bisa menjadi baik ataupun buruk, tergantung pemiliknya. Dan tidak dipungkiri bahwa harta pun memiliki peranan yang signifikan dalam agama ini. Karenanya bekerja (mencari nafkan/harta) merupakan suatu hal yang diperintahkan, dianjurkan dan memiliki keutamaan dalam agama ini.

Namun hati2, sebab harta bisa menjadi fitnah bagi kita.

Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersada: Anak cucu Adam menjadi semakin tua, kecuali pada dua hal yang membuatnya menjadi muda, yaitu loba terhadap harta dan loba terhadap umur (Sahih Muslim)

Hadis riwayat Usamah bin Zaid ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Aku berdiri di depan pintu surga, tiba-tiba aku melihat mayoritas yang memasukinya adalah orang-orang miskin dan aku juga melihat para penguasa (di dunia) dalam keadaan tertahan, kecuali penghuni neraka yang telah diperintahkan kepada mereka untuk memasuki neraka. Dan aku juga berdiri di depan pintu neraka, ternyata mayoritas yang memasukinya adalah dari kaum wanita (Sahih Muslim)

Dengan definisi orang miskin seperti yang Rasulullah gambarkan berikut,

Hadis riwayat Abu Hurairah ra.: Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Orang miskin itu bukanlah orang yang berkeliling meminta-minta kepada manusia, lalu ia diberikan sesuap, dua suap, sebuah dan dua buah kurma. Para sahabat bertanya: Kalau begitu, siapakah orang miskin itu, wahai Rasulullah? Rasulullah saw. bersabda: Orang yang tidak menemukan harta yang mencukupinya tapi orang-orang tidak tahu (karena kesabarannya, ia menyembunyikan keadaannya dan tidak meminta-minta kepada orang lain), lalu diberi sedekah tanpa meminta sesuatu pun kepada manusia (Sahih Muslim)

Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri ra., ia berkata: Rasulullah saw. berdiri berkhutbah kepada kaum muslimin. Beliau bersabda: Tidak, demi Allah, aku tidak khawatir atas kalian, wahai manusia, kecuali terhadap keindahan dunia yang dikeluarkan Allah untuk kalian. Seseorang bertanya: Wahai Rasulullah, apakah kebaikan dapat mendatangkan keburukan? Rasulullah, saw. diam sejenak, kemudian beliau bersabda: Apa yang engkau tanyakan? Aku mengulangi pertanyaan: Wahai Rasulullah, apakah kebaikan itu dapat mendatangkan keburukan? Rasulullah saw. menjawab: Kebaikan (yang hakiki) itu hanya akan mendatangkan kebaikan. Apakah dapat dikatakan kebaikan, yang engkau dapat dari keindahan dunia itu? Setiap yang tumbuh pada musim semi itu dapat membunuh karena kekenyangan atau nyaris membunuh, kecuali ternak yang makan. Ternak itu makan, sampai ketika kedua lambungnya telah penuh, ia menghadap ke arah matahari untuk membuang kotoran encer atau kencing, kemudian memamah dan kembali makan. Barang siapa mengambil harta sesuai dengan haknya, maka ia diberkati dalam harta itu. Dan barang siapa mengambil harta tidak menurut haknya, maka ia seperti orang yang makan tapi tidak pernah kenyang (Sahih Muslim)

Inget kakayaan bukan hanya karena kaya harta, tapi juga kekayaan karena kaya hati

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Kaya itu bukanlah lantaran banyak harta. Tetapi, kaya itu adalah kaya hati (Sahih Muslim)

Dan wasiat terbaik terhadap anak keturunan kita adalah wasiat agar mereka terus berpegang teguh pada tauhid

Adakah kamu hadir ketika Yakub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: "Apa yang kamu sembah sepeninggalku?" Mereka menjawab: "Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishak, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya." (QS. Al Baqarah: 133)

Wallahu'alam

*maaf jika kepanjangan :)
*semua hadits disini dikutip tanpa modifikasi dari situs Kerajaan Arab Saudi Kementerian Urusan Keislaman, Wakaf, Dakwah dan Penyuluhan (http://hadith.al-islam.com/)

Monggo dilanjut diskusinya ^_^
indrayogi wrote on Mar 24
ALLAH berfirman kepada Nabi Musa as;

A good man leaves inheritences(warisan) to his childres's children.

(Terjemahan:orang2 yang baik adalah orang2 yang dapat meninggalkan warisan untuk anak2 sampai cucu cucunya, )
Minta nama surat dan nomer ayatnya ya pak
mu7ahid wrote on Mar 24
yg saya tahu muslim memang harus kaya, tapi bukan untuk ditumpuk 7 turunan pak. tapi utk didistribusikan utk fakir miskin. mungkin kita boleh meninggalkan warisan 7 turunan jika sudah tidak ada lagi fakir miskin
mu7ahid wrote on Mar 24, edited on Mar 24
Minta nama surat dan nomer ayatnya ya pak
dikutip dari kitab perjanjian lama (Bible)
indrayogi wrote on Mar 24
mu7ahid said
dikutip dari kitab perjanjian lama (Bible)
kenapa referensinya bisa kesitu ?
serbuiff wrote on Mar 24
ASSALAMUALAIKUM WR WB .SALAM KENAL TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNNYA. TULISANNYA BAGUS DAN MENARIK SEKALI.........
indrayogi wrote on Mar 24
Jadi sebaiknya ikutilah al quran,pasti benar dan tidak salah
Lalu kenapa masih memakai referensi dari perjanjian lama ? kalau memang benar ayat yang diturunkan ke Nabi Musa itu dikutip dari perjanjian lama....
mu7ahid wrote on Mar 25, edited on Mar 25
Lalu kenapa masih memakai referensi dari perjanjian lama ? kalau memang benar ayat yang diturunkan ke Nabi Musa itu dikutip dari perjanjian lama....
mungkin karena pak Latif sepaham dengan mas Ulil (Jaringan Islam Liberal)
indrayogi wrote on Mar 25
Sumber ilmu/Info yang paling suci,tdk salah, dan di akui semua ulama2(syiah,Sunni dll) adalah Al quran.
Selain dr al quran, ALLAH tidak menjamin kesuciannya...karena bisa di rekayasa oleh penulis, seperti
hadits2 dan buku2 sejarah islam dan riwayat2 nabi dan sahabat.
Ini juga paradoks...disatu sisi pak Latif mengatakan hadits itu tidak bisa dipercaya karena bisa di rekayasa oleh penulis. Tapi di sisi lain pak Latif juga menggunakan hadits untuk menguatkan pendapatnya ?...yang benar yang mana pak ?
latifabdul wrote on Mar 25
Ini juga paradoks...disatu sisi pak Latif mengatakan hadits itu tidak bisa dipercaya karena bisa di rekayasa oleh penulis. Tapi di sisi lain pak Latif juga menggunakan hadits untuk menguatkan pendapatnya ?...yang benar yang mana pak ?
Sdr Indrayogi yg dirahmati ALLAH swt.

Terimakasih atas respond dan pertanyaannya, bagus
Kalau sdr Indrayogi membaca arikel2 bpk yg lain, akan lebih jelas
keyakinan bpk.

Begini, Kedudukan Hadits adalah sangat penting dlm mejelaskan ayat2 ALLAH yg kurang jelas
perlu penjelasan2 dr Rasul,kalau tdk umatakan bingung

Yg bpk garis bawahi adalah pada umumnya usztad2 dan muslim,kalau sudah
di tulis Hadits Muslim dan Bukhari dsb, lansung percaya/beriman 100% Hadits itu saih,ucapan Rasul
Begitu kebanyakan orang bukan? Cara beriman seperti ini mudah tersesatkan dgn hadits palsu
Karena pertama tdk ada jaminan dr ALLAH bahwa buku2 Hadits2 suci dr kesalahan2 manusia.Kedua Rasul dan Imam2 sudah ratusan tahun wafat, dgn mudah orang memalsukannya. Karena tidak ada tanda tangan dan Notaris.

Hadits2 yg bpk pakai semua adalah Hadits2 yg telah bpj periksa dgn Al Quran, tidak bertentangan tapi
menjelaskan sebuah ayat ALLAH. jadi perlu di Filter kembali. Itu bedanya.
Lebih detailed;
http://latifabdul.multiply.com/tag/muslim%26bukari

Wassalam
latifabdul wrote on Mar 25
mu7ahid said
mungkin karena pak Latif sepaham dengan mas Ulil (Jaringan Islam Liberal)
Sdr Mu7ahid
Untuk mengetahui keyakinan bpk silakan buka;
http://latifabdul.multiply.com/tag/nkri

Wassalam
latifabdul wrote on Mar 25
genkeis said
Saya mengingat kepada anda (atas dasar cinta dan sayang kepada sesama muslim), agar berhati-hati dalam menetapkan status sebuah hadits! Siapakah anda, sehingga karena membaca sebuah hadits yang bersebrangan dengan pola pikir anda, lantas menghukuminya sebagai hadits palsu? Apakah anda sudah melakukan penelitian hadits tersebut? berhati-hatilah saudaraku :)
Terimakasih atas rspond dan pertanyaannya

Apakah bpk sudahmemeriksa sebuah hadits.Yes
Al quran adalah kitab yg suci dr kesalahan2 manusia,digunakan sebagai rujukan.
Kalau Hadits bertentangan dgn al Quran, tidak mungkin...fatal, palsu
Hadits itu tdk betentangan dgn Al quran.

Wassalam
latifabdul wrote on Mar 25
genkeis said
Hadis riwayat Aisyah ra.: Sesungguhnya istri-istri Rasulullah saw., ketika beliau wafat, ingin mengutus Usman untuk menemui Abu Bakar meminta harta warisan mereka dari Nabi saw. Aisyah lalu berkata kepada mereka: Bukankah Rasulullah saw. pernah bersabda: Kami tidak mewariskan apa yang kami tinggalkan adalah harta sedekah (Sahih Muslim)
Hadits ini betentangan dg Hadits yang bpk postkan dan juga bertentangan dgn ayat2 ALLAH,QS.57:25. dan ayat ALLAH
yg turun ke Nabi Musa.as

Wassalam
genkeis wrote on Mar 25, edited on Mar 25
Saya copas artikel yang bermanfaat ya :)
Semoga bisa menjadi pencerahan dalam memahami hadits :)

Keshahihan Hadits dan Kritik Matan
Kamis, 28 Peb 08 15:07 WIB

Asslaamu'alaikum wr.wb

Minggu lalu ustdz menjawab bahwa keshahihan hadits Bukhori dan Muslim yang diambil dari masing-masing kitab shahihnya dijamin keshahihannya 100%, mungkin benar kalau hanya sanadnya saja.

Apakah matannya tidak ada yang betabrakkan dengan Al-Qur'an..?
Dengan kitab apa ustdz mengoreksi hadits...?

Habib M Ahsan
vhi_ay@yahoo.co.id


Jawaban

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Kritik hadits dengan menggunakan jalur matan adalah sebuah pekerjaan yang terlalu beresiko, meski memang tetap bisa dilakukan. Akan tetapi biar bagaimana pun kritik matan itu ada batasnya. Dan kritik matan itu akan selalu kembali kepada wawasan dan kemampuan seseorang dalam memahami teks suatu nash yang shahih.

Kalau sanad suatu hadits memang sudah dhaif, lalu matannya pun memang rada tidak masuk akal, mungkin kita masih bisa terima. Misalnya, isi matannya mengandung hal-hal yang bertentangan dengan aqidah dan syariah yang sudah menjadi ittifaq para ulama.

Tapi kalau isi matannya sekedar masalah khilafiyah, sementara sanadnya shahih, seshahih hadits yang ada di dalam dua kitab shahih, maka jelas bukan tempatnya untuk kritik matan.

Sebagai contoh sederhana, boleh jadi selama 14 abad terakhir, banyak ahli hadits yang agak bingung ketika harus membaca hadits shahih tentang yahudi yang akhirnya dikalahkan oleh umat Islam. Mungkin hanya kita di hari ini saja yang merasakan bahwa matan hadits itu tidak aneh dan malah benar.

Tapi sepanjang 14 abad ini, para ulama boleh jadi sangat bingung dengan isi hadits yang menggambarkan bahwa yahudi dikalahkan umat Islam.

Tidak akan terjadi hari kiamat hingga umat Islam memerangi yahudi, mereka akan berlarian sembunyi di balik batu dan pohon. Namun batu dan pohon akan berkata, "Ya muslim, wahai hamba Allah, ada yahudi di belakangku, kemarilah dan bunuh dia." Kecuali pohon Gharqad, karena dia pohon yahudi. (HR Muslim)

Mengapa mereka bingung?

Karena sepanjang 14 abad ini, yahudi memang tidak pernah sekuat sekarang. Mereka adalah kelompok kecil yang minoritas, lemah, tertatih-tatih, hina, dan selalu dimusuhi oleh berbagai bangsa yang ada di muka bumi.

Yahudi pernah mengungsi ke negeri Fir'aun, alih-alih mereka dibantu, tapi malah dijadikan budak untuk kerja paksa membangun piramid. Di abad ke 20 pun, Hitler juga memusuhi kaum yahudi.

Sebaliknya, sepanjang 14 abad ini, bangsa yahudi justru selalu berada di bawah lindungan umat Islam. Di Spanyol ketika penguasa Kristen berkuasa dan umat Islam terusir, maka kaum yahudi pun juga ikut terusir. Ke mana lagi mereka mau berlindung?

Satu-satunya tempat yang paling aman bagi yahudi hanya di negeri muslim, yaitu di Istanbul, di mana pusat kekuasaan muslim berada.

Maka kalau umat Islam selama 14 abad ini membaca hadits tentang mereka akan memerangi yahudi sampai para yahudi itu berlarian dan sembunyi di balik batu dan pohon, rasanya kok aneh.

Apa urusannya umat Islam memerangi yahudi? Bukankah yahudi itu justru memang sangat lemah dan hina, sehingga tidak bisa hidup kecuali dalam keadaan selalu dilindungi umat Islam? Kok bisa-bisanya umat Islam malah memerangi mereka?

Kalau pakai logika yang anda gunakan, yaitu menolak apa yang tidak sesuai dengan selera dan logika subjektif, pastilah hadits ituakan diingkari juga kebenarannya. Walau pun sanad hadits itu shahih.

Dan tentu saja logika ini jelas keliru dan sama sekali tidak bisa diterima. Sangat aneh kalau ada hadits dianggap tidak shahih hanya karena kemampuan, wawasan dan keterbatasan akal kita belum mampu untuk menerimanya.

Dan hari ini, semua orang tahu bahwa yahudi telah menjadi super power dunia, tangan dan kakinya menggurita sampai ke urat nadi kita. Mulai dari wilayah politik, keamanan, ekonomi, bahkan sampai budaya kita, semua dikuasai oleh yahudi. Bahkan ketika yahudi menjajah bangsa Palestina di tengah hari bolong, kita pun tidak bisa berbuat apa-apa.

Namun dengan adanya hadits tentang akan dikalahkannya yahudi oleh umat Islam sebelum hari kiamat, sampai mereka berlarian sembunyi di balik batu dan pohon, akhirnya kita pun tahu bahwa ternyata hadits nabi yang selama 14 abad ini menjadi misteri tak terpecahkan, telah menemukan relevansinya.

Jadi, jangan buru-buru mendhaifkan sebuah hadits yang telah disepakati keshahihannya oleh ulama hadits. Apalagi levelnya Bukhari dan Muslim.

Dan lagi pula kita pun juga harus pandai berkaca, siapakah diri kita? Apa benar kita ini juga ahlihadits? Tentu sangat lucu bin ajaib kalau dengan pongah kita sampai mengatakan bahwa hadits yang tercantum di dalam shahih Bukhari dan shahih Muslim sebagai hadits yang dhaif? Dan alasannya terlalu sederhana, semata-mata karena otak kita belum mampu memahaminya.

Saran

Saran kami, sebaiknya kita tidak tersesat dalam belajar agama sampai harus mengikuti orang yang sama sekali tidak pernah belajar ilmu hadits dari ahli hadits.

Karena sekarang ini ada sosok-sosok orangyang sok mengaku sebagai ahli hadits, tapi lucunya, masih saja mengatakan bahwa hadits dalam shahih Al-Bukhari dan Imam Muslim sebagia hadits yang dhaif.Maka ungkapannya sja sudah sangat menjelaskan bahwa dia bukan ahli hadits.

Dan anak mahasiwa semester pertama fakultas ilmu hadits pasti tahu siapa Al-Bukhari dan Muslim. Dan tidak akan dengan bodoh berkata tentang sesuatu yang justru menggambarkan ketidak-pahamannya tentang ilmu hadits.

Seorang yang kerjanya hanya duduk di sebuah perpustakaan membolak-balik buku, tidak pernah ada ceritanya bisa jadi ahli hadits. Sebab ilmu hadits itu hanya bisa didapat dengan talaqqi langsung kepada seorang atau beberapa orang muhaddits.

Sungguh memilukan kita masih harus menemukan orang yang tidak pernah belajar hadits dengan cara yang benar, tiba-tiba mengaku sebagai satu-satunya ahli hadits di muka bumi yang masih tersisa. Tapi ilmunya justru aneh dan pendapatnya berseberangan dengan semua pendapat imam hadits. Tambah aneh lagi, ketika semua ahli hadits mengatakan bahwa dirinya telah salah dan menyimpang, tiba-tiba dia malah mengatakan dirinya sebagai satu-satunya ahli hadits yang masih tersisa di zaman ini. Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun.

Saran kami, sebaiknya anda berhenti belajar hadits dari orang yang salah. Belajarlah ilmu hadits dengan sistemtalaqqi, kepada para masyaikh yang memang ahli hadits, di mana beliau punya sanad dan jalur periwayatan hadits. Atau setidaknya lewat sebuah fakultas ilmu hadits. Dan berhentilah dari belajar hadits kepada orang yang hanya sekedar baca buku di perpustakaan. Sungguh, ilmunya sesat dan menyesatkan.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Sumber: http://www.eramuslim.com/ustadz/hds/8228031059-keshahihan-hadits-dan-kritik-matan.htm
genkeis wrote on Mar 25
Artikel lain lagi :)
Semoga semakin mencerahkan kita :)

Cara Mengetahui Keshohihan Hadits
Rabu, 30 Jan 08 16:37 WIB

Assalammualaykum wr. wb.

Ustadz. bagaimana sih caranya mengetahui tingkat keshohihan hadits?

Jazakallah wassalammualaykum wr. wrb

Anang Shodiqin
Lumajang Jawa Timur

Anang Shodiqin
azkajundi@yahoo.co.id

Jawaban

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Di masa sekarang untuk mengatahui keshahihan hadits sangat mudah. Cari saja hadits itu di dalam kitab yang isinya hadits shahih semua seperti Shahih Bukhari, Muslim atau seperti kitab Al-Albani, Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah.

Kalau tidak ada, kita bisa cari dan buka di kitab-kitab syarah (penjelasan)seperti Bulughul Marah, Nailul Authar dan syarah-syarah dari kutubussittah. Misalnya kitab 'Aunul Ma'bud syarat Hadits Abu Daud. Atau kitab Tuhfatul Ahwadzi syarat kitab Sunan At-Tirimizy.

Semua adalah kitab yang menjadi daftar hasil kerja panjang para peneliti hadits di masa lalu, yang kini cuma tinggal kita baca.

Tapi jangan tanya terjemahannya, mungkin sampai 100 tahun ke depan belum ada penerbit di negeri ini yang mau melakukannya. Karena secara bisnis kitab seperti itu tidak menjanjikan keuntungan apa pun, padahal jumlahnya berjilid-jilid. Sudah mahal, tidak adayang beli pula.

Jadi yang paling mudah duitnya dipakai untuk belajar bahasa arab, lalu sisanya untuk beli CD hadits yang kini semakin banyak. Tapi yang jauh lebih mudah lagi, kirim saja pertanyaan di forum ustadz menjawab ini, siapa tahu dijawab.:)

Penelitian Hadit di Masa Lalu

Di zaman dahulu, sungguh panjang proses untuk memastikan apakah sebuah perkataan seseorang yang diklaim sebagai hadits itu benar-benar merupakan perkataan beliau SAW.

Para peneliti itu kemudian melakukan penelusuran jalur periwayatan. Dari siapakah seseorang menerima riwayat? Dan bagaimanakah keadaan perawi itu, baik dari sisi pengamalan agamanya (al-'adalah) atau pun dari sisi hafalannya (dhabit).

Dua kriteria itu yang dijadikan pedoman dasar. Kalau ada seorang dari jalur periwayatan yang tidak memenuhi salah satu dari dua standar itu, maka mereka dicacat dan dicatat. Istilah dalam ilmu haditsnya, mereka ditetapkan sebagai majruh (orang yang cacat), di mana semua hadits riwayat mereka tidak bisa diterima lagi.

Sekian ribu ulama peneliti berkeliling dunia untuk membuat sebuah database para perawi, lengkap dengan catatan track recordnya masing-masing. Karena para shahabat nabi sebagai sumber utama hadits-hadits itu tersebar di seantero dunia, maka murid-murid para shahabat nabi itu pun tersebar di seluruh permukaan bumi.

Bisa dibayangkan bagaimana panjang dan uniknya perjalanan demi perjalanan yang dilakukan demi penelitian ini, sehingga kalau difilmkan akan menjadi begitu dahsyat. Sayangnya, orang kafir dan orientalis selalu berupaya menutupi fenomena ini.

Lahirlah di masa itu para begawan ahli kritik sanad seperti Al-Bukhari, Muslim, Ahmad bin Hanbal, At-Tirmizy dan seterusnya. Masing-masing selain berkelana menelusuri jejak periwayatan hadits, juga melakukan penilaian langsung atas para perawi. Dan hasilnya akan sangat berguna dalam menilai keshahihan suatu hadits.

Maka di zaman sekarang ini, cara yang paling sederhana untuk mengetahui apakah suatu hadits itu shahih atau tidak, kita bisa membaca kitab yang sudah disusun oleh tokoh seperti Al-Bukhari dan Muslim. Sebab keduanya telah melakukan kerja besar untuk mengumpulkan hadits-hadits shahih dalam satu buku.

Penelitian Atas Keshahihan Hadits di Masa Sekarang

Selain melahirkan tokoh begawan hadits, masa itu juga melahirkan berbagai kitab yang berisi tulisan dan data para perawi. Dan buku-buku semacam itu hanya ada dalam sejarah Islam, tidak pernah ada buku tentang data para perawi hadits di dalam agama mana pun di dunia ini.

Singkatnya dari buku-buku tentang rijalul hadits itulah kemudian para peneliti di masa berikutnya bisa tetap melakukan kerja-kerja besar. Mereka melakukan penelitian antara satu buku dengan buku lainnya di perpustakaan besar.

Misalnya yang dilakukan oleh al-'allamah Syeikh Nashiruddin Al-Albani di perpustakaan Islam Damaskus Syiria. Siang malam beliau menghabiskan waktu di perpustakaan itu, sampai petugas menyerahkan kepadanya kunci perpustakaan, sehingga kapan pun beliau mau masuk atau keluar, bisa dilakukan sesuka hati.

Tentu saja kerja seperti itu tidak digaji, dan motivasinya bukan uang, melainkan ibadah kepada Allah SWT. Dan boleh jadi nilai pahalanya jauh lebih besar dari orang yang i'tikaf berdzikir di masjid. Karena kerja seperti itu sungguh bermanfaat buat umat.

Penelitian Hadits Di Indonesia

Kegiatan seperti yang dilakukan oleh Syeikh Nasiruddin itu juga mulai dilakukan secara kecil-kecilan di negeri kita. Adalah seorang Dr. Lutfi Fathullah MA, yang wawancaranya pernah kami muat di situs ini telah menyediakan perpustakaannya bagi para mahasiswa dan penuntut ilmu hadits. Mereka melakukan apa yang oleh orang lain seolah mustahil, tetapi kenyataannya bisa berjalan.

Kebanyakan memang mahasiswa beliau di fakultas hadits yang ikut dalam kegiatan yang hampir punah itu. Mereka berkenalan langsung dengan kitab-kitab klasik yang juga dipakai oleh Al-Albani dan para pakar hadits dunia.

Kitab demi kitab yang tebal berjilid-jilid itu mereka buka, lembar demi lembar mereka bolak balik, persis seperti muhaddits besar.

Intinya, begitu kita menemukan teks hadit hadits itu, maka kita periksan nama-nama perawinya sampai kepada tingkat shahabat dan Rasulullah SAW. Lalu nama-nama itu kita cari di beberapa buku rijalul hadits, dan apa yang kita dapat itu tentang data para perawi itu nantinya akan berbicara. Misalnya, adakah di antara para perawi itu yang cacat. Kalau ada, bisa dipertegas apa cacatnya, dari jenis apa dan seberapa parah.

Selain itu juga diperiksa masa hidup antara satu perawi dengan perawi lain, juga tempat tinggal mereka. Adakah benang merah yang bisa menyambungkan sanad periwayatannya. Atau jangan-jangan mereka tidak pernah bertemu dalam satu zaman dan seterusnya.

Itulah sekilas tentang penelitian hadits dan periwayatannya. Sangat mengasyikkan dan tentu saja sangat perlu didukung dan dipelajari.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Sumber: http://www.eramuslim.com/ustadz/hds/8129131816-cara-mengetahui-keshohihan-hadits.htm
genkeis wrote on Mar 25
Saya terus terang tidak terlalu bermasalah dengan pikiran bahwa kita (sebagai umat muslim) harus memiliki harta, bahkan disemangati untuk menjadi penguasa harta, karena ditangan seorang muslim, tentu harta akan memiliki nilai yang positif :)

Silakan cek artikel "Pelajaran Tentang Uang (Pandangan Saya Terhadap Harta - Ust. Anis Matta, Lc)" di link: http://genkeis.multiply.com/journal/item/164

Sedikit resumenya ^_^
jumatmalam wrote on Mar 25
Allah lebih menyukai muslim yang kuat, ya selain kuat fisiknya juga kuat ilmunya, ekonominya dlsbnya.
Maka dari itu hendaklah kita menyiapkan diri kita menjadi muslim yang kuat dan meninggalkan generasi yang kuat pula.

Sebaik-baik muslim adalah yang berguna bagi orang lain (tentunya tetap dalam ketawadhu'an) dan tidak menyusahkan orang lain.

Terima kasih untuk artikelnya, niat bapak Latif baik untuk mengajak menjadi muslim kuat, dan akan lebih bijaksana dan tepat sasaran kalau tidak memasuki wilayah 'menghujat', sebab ini sensitif sekali.
Seperti halnya Imam Malik dan Imam Syafi'i yang berbeda pendapat tapi saling menghargai. Kita tidak ada apa-apanya dibanding mereka, mengapa tidak mencontoh mereka...

Salam Ukhuwah Islamiyah untuk semua pembaca blog ini, Assalamu'alaikuum wr.wb..... :-)
latifabdul wrote on Mar 25
Terima kasih untuk artikelnya, niat bapak Latif baik untuk mengajak menjadi muslim kuat, dan akan lebih bijaksana dan tepat sasaran kalau tidak memasuki wilayah 'menghujat', sebab ini sensitif sekali.
Sdr jumatmalam....tererimakasih atas respondnya,mari kita kirimi teman2 agar mereka termotifasi
untuk bekerja keras,berilmu agar nanti bisa meninggalkan warisan yang barakay yang banyak.

Mengenai "hujat" bpk juga sudah pikirkan dgn baik, selalu menggunakan kata kata santu untuk mengingatkan saudara2 seiman...sebagaimana ALLAH perintahkan pula, agar orang beriman itu saling ingat mengingatkan dgn berkasih sayang....Perintah ALLAH ini sangat PENTING sekali, kalau tdk kita ingatkan siapa lagi yg akan mengingatkan.

Memang ada segolongan muslim yang mengkultuskan usztad2 dan ulama2, sebagaimana di saudi Arabia dan Iran, negara Diktator...dimana pemimpin dan ulama2 TIDAK boleh di koreksi.

Yang tdk boleh kita lakukan sesama muslim adalah;MENGHARAMKAN, MENGKAFIRKAN DAN MELARANG.
Ketiga tindakan tersebut adalah perbuatan2 zolim.Mari kita indarkan perbuatan2 zolim.

Wassalam

latifabdul wrote on Mar 25
genkeis said
Saya terus terang tidak terlalu bermasalah dengan pikiran bahwa kita (sebagai umat muslim) harus memiliki harta, bahkan disemangati untuk menjadi penguasa harta, karena ditangan seorang muslim, tentu harta akan memiliki nilai yang positif :)

Silakan cek artikel "Pelajaran Tentang Uang (Pandangan Saya Terhadap Harta - Ust. Anis Matta, Lc)" di link:
sdr Genkeis.....alhamdulillah, memang demikianlah....sebaiknya tulisan tersebutdiatas
dilengkapi dgn ayat2 ALLAH dan hadits2. Sebab kalau ALLAH dan rasul memerintahkan
pada umumnya umat islam akan termotivasi dgn kuat,karena takut melanggar perintah ALLAH.

yang tidak boleh menjadi orang kaya beriman adalah menajdi orang 'kikir" atau greedy"

Orang2 kaya greedy ini sangat dilarang oleh ALLAH,karena harta yang diberikan oleh ALLAH itu'
bukan untuk diri sendiri, tapi harus di distribusikan kepada masarakat yg memerlukan.
itulah yang disebut ibadah nyata kepada ALLAH..

Orang2 amerika terkenal dgn masarakat yg generous,pemurah dibandingkan dgn bangsa2 lain.
mulai dari restaurat.Kalau kita makan di rstaurat, kita harus memberikan Tips kepada pelayan
tanda berterimakasih kepada yg telah membantu kita..bagus bukan?

Kalau budaya ini di terapkan di restauran2 Indonesia, wahh alangkah bagusnya yaaa
bpk kalau pulang ke amerika selalu meninggalkan Tips kepada pelayan, mereka gembira sekali.

Mulai dari diri sendiri...
CAN WE DO THAT?
YES WE CAN
YES WE CAN
latifabdul wrote on Mar 25, edited on Mar 25
genkeis said
Saya copas artikel yang bermanfaat ya :)
Semoga bisa menjadi pencerahan dalam memahami hadits :)

Keshahihan Hadits dan Kritik Matan
Kamis, 28 Peb 08 15:07 WIB

Asslaamu'alaikum wr.wb

Minggu lalu ustdz menjawab bahwa keshahihan hadits Bukhori dan Muslim yang diambil dari masing-masing kitab shahihnya dijamin keshahihannya 100%, mungkin benar kalau hanya sanadnya saja.

Apakah matannya tidak ada yang betabrakkan dengan Al-Qur'an..?
Dengan kitab apa ustdz mengoreksi hadits...?

Habib M Ahsan
vhi_ay@yahoo.co.id


Jawaban

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Kritik hadits dengan menggunakan jalur matan adalah sebuah pekerjaan yang terlalu beresiko, meski memang tetap bisa dilakukan. Akan tetapi biar bagaimana pun kritik matan itu ada batasnya. Dan kritik matan itu akan selalu kembali kepada wawasan dan kemampuan seseorang dalam memahami teks suatu nash yang shahih.

Kalau sanad suatu hadits memang sudah dhaif, lalu matannya pun memang rada tidak masuk akal, mungkin kita masih bisa terima. Misalnya, isi matannya mengandung hal-hal yang bertentangan dengan aqidah dan syariah yang sudah menjadi ittifaq para ulama.

Tapi kalau isi matannya sekedar masalah khilafiyah, sementara sanadnya shahih, seshahih hadits yang ada di dalam dua kitab shahih, maka jelas bukan tempatnya untuk kritik matan.

Sebagai contoh sederhana, boleh jadi selama 14 abad terakhir, banyak ahli hadits yang agak bingung ketika harus membaca hadits shahih tentang yahudi yang akhirnya dikalahkan oleh umat Islam. Mungkin hanya kita di hari ini saja yang merasakan bahwa matan hadits itu tidak aneh dan malah benar.

Tapi sepanjang 14 abad ini, para ulama boleh jadi sangat bingung dengan isi hadits yang menggambarkan bahwa yahudi dikalahkan umat Islam.

Tidak akan terjadi hari kiamat hingga umat Islam memerangi yahudi, mereka akan berlarian sembunyi di balik batu dan pohon. Namun batu dan pohon akan berkata, "Ya muslim, wahai hamba Allah, ada yahudi di belakangku, kemarilah dan bunuh dia." Kecuali pohon Gharqad, karena dia pohon yahudi. (HR Muslim)

Mengapa mereka bingung?

Karena sepanjang 14 abad ini, yahudi memang tidak pernah sekuat sekarang. Mereka adalah kelompok kecil yang minoritas, lemah, tertatih-tatih, hina, dan selalu dimusuhi oleh berbagai bangsa yang ada di muka bumi.

Yahudi pernah mengungsi ke negeri Fir'aun, alih-alih mereka dibantu, tapi malah dijadikan budak untuk kerja paksa membangun piramid. Di abad ke 20 pun, Hitler juga memusuhi kaum yahudi.

Sebaliknya, sepanjang 14 abad ini, bangsa yahudi justru selalu berada di bawah lindungan umat Islam. Di Spanyol ketika penguasa Kristen berkuasa dan umat Islam terusir, maka kaum yahudi pun juga ikut terusir. Ke mana lagi mereka mau berlindung?

Satu-satunya tempat yang paling aman bagi yahudi hanya di negeri muslim, yaitu di Istanbul, di mana pusat kekuasaan muslim berada.

Maka kalau umat Islam selama 14 abad ini membaca hadits tentang mereka akan memerangi yahudi sampai para yahudi itu berlarian dan sembunyi di balik batu dan pohon, rasanya kok aneh.

Apa urusannya umat Islam memerangi yahudi? Bukankah yahudi itu justru memang sangat lemah dan hina, sehingga tidak bisa hidup kecuali dalam keadaan selalu dilindungi umat Islam? Kok bisa-bisanya umat Islam malah memerangi mereka?

Kalau pakai logika yang anda gunakan, yaitu menolak apa yang tidak sesuai dengan selera dan logika subjektif, pastilah hadits ituakan diingkari juga kebenarannya. Walau pun sanad hadits itu shahih.

Dan tentu saja logika ini jelas keliru dan sama sekali tidak bisa diterima. Sangat aneh kalau ada hadits dianggap tidak shahih hanya karena kemampuan, wawasan dan keterbatasan akal kita belum mampu untuk menerimanya.

Dan hari ini, semua orang tahu bahwa yahudi telah menjadi super power dunia, tangan dan kakinya menggurita sampai ke urat nadi kita. Mulai dari wilayah politik, keamanan, ekonomi, bahkan sampai budaya kita, semua dikuasai oleh yahudi. Bahkan ketika yahudi menjajah bangsa Palestina di tengah hari bolong, kita pun tidak bisa berbuat apa-apa.

Namun dengan adanya hadits tentang akan dikalahkannya yahudi oleh umat Islam sebelum hari kiamat, sampai mereka berlarian sembunyi di balik batu dan pohon, akhirnya kita pun tahu bahwa ternyata hadits nabi yang selama 14 abad ini menjadi misteri tak terpecahkan, telah menemukan relevansinya.

Jadi, jangan buru-buru mendhaifkan sebuah hadits yang telah disepakati keshahihannya oleh ulama hadits. Apalagi levelnya Bukhari dan Muslim.

Dan lagi pula kita pun juga harus pandai berkaca, siapakah diri kita? Apa benar kita ini juga ahlihadits? Tentu sangat lucu bin ajaib kalau dengan pongah kita sampai mengatakan bahwa hadits yang tercantum di dalam shahih Bukhari dan shahih Muslim sebagai hadits yang dhaif? Dan alasannya terlalu sederhana, semata-mata karena otak kita belum mampu memahaminya.

Saran

Saran kami, sebaiknya kita tidak tersesat dalam belajar agama sampai harus mengikuti orang yang sama sekali tidak pernah belajar ilmu hadits dari ahli hadits.

Karena sekarang ini ada sosok-sosok orangyang sok mengaku sebagai ahli hadits, tapi lucunya, masih saja mengatakan bahwa hadits dalam shahih Al-Bukhari dan Imam Muslim sebagia hadits yang dhaif.Maka ungkapannya sja sudah sangat menjelaskan bahwa dia bukan ahli hadits.

Dan anak mahasiwa semester pertama fakultas ilmu hadits pasti tahu siapa Al-Bukhari dan Muslim. Dan tidak akan dengan bodoh berkata tentang sesuatu yang justru menggambarkan ketidak-pahamannya tentang ilmu hadits.

Seorang yang kerjanya hanya duduk di sebuah perpustakaan membolak-balik buku, tidak pernah ada ceritanya bisa jadi ahli hadits. Sebab ilmu hadits itu hanya bisa didapat dengan talaqqi langsung kepada seorang atau beberapa orang muhaddits.

Sungguh memilukan kita masih harus menemukan orang yang tidak pernah belajar hadits dengan cara yang benar, tiba-tiba mengaku sebagai satu-satunya ahli hadits di muka bumi yang masih tersisa. Tapi ilmunya justru aneh dan pendapatnya berseberangan dengan semua pendapat imam hadits. Tambah aneh lagi, ketika semua ahli hadits mengatakan bahwa dirinya telah salah dan menyimpang, tiba-tiba dia malah mengatakan dirinya sebagai satu-satunya ahli hadits yang masih tersisa di zaman ini. Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun.

Saran kami, sebaiknya anda berhenti belajar hadits dari orang yang salah. Belajarlah ilmu hadits dengan sistemtalaqqi, kepada para masyaikh yang memang ahli hadits, di mana beliau punya sanad dan jalur periwayatan hadits. Atau setidaknya lewat sebuah fakultas ilmu hadits. Dan berhentilah dari belajar hadits kepada orang yang hanya sekedar baca buku di perpustakaan. Sungguh, ilmunya sesat dan menyesatkan.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc
Sdr ku yang dirahmati ALLAH swt
terimakasih ilmu dan respondnya,bertambah ilmu bpk dgn membaca tulisan tersebut.
Setelah bpk menyilami rahasia2 Al quran....timbul pertanyaan2 pada diribpk?
1.Kenapa kita harus beriman 100% kepada imam2 Muslim dan bukhari?
2.Apakah mereka itu orang2 suci,yg tidak bisa salah?
3.Apakah setelah imam2 itu meninggal dunia, buku2 Hadits tidak bisa di masuki hadist2 palsu?
4.Yang dijamin kesucian hanya al Quran saja....selain dr al quran, tidak ada jaminan kesucian.
5 Kalau kita beriman 100% kepada imam2 apakah tidak termasuk syirik/
6.Bagaimana orang bisa beriman/percaya kepada sanad2 yg berantai itu?
dimana satu sama lain saling menuduh orang2 bohong dsb. 5 generasi..
dgn pikiran logikan bpk tdk bisa beriman atau percaya begitu saja 100% mereka orang2 suci/tdk pelupa,tdk salah...

Semua pertanyaan2 itu sudah terjawab dlm Al quran yang bpk piriksa.
Silakan koreksi kalau ada kesalahan2nya,bpk hargai sekali.

http://latifabdul.multiply.com/journal/item/92

Wassalam
latifabdul wrote on Mar 25, edited on Mar 25
kenapa referensinya bisa kesitu ?
Karena kita diperintahkan oleh ALLAH untuk beriman kepada kitab2 taurat dan injil(bible)

hati hati.....kalau ada yg bertentangan dgn al Quran,maka itu palsu...buatan manusia.
Kalau tdk bertentangan dgn al Quran,mak itu adalah ayat2 ALLAH,apalgi kalau ada Hadits2
yg menjelaskannya...

Wassalam

PERHATIAN!
Bagi yg ingin berdiskusi, mari kita jaga persaudaraan muslim,ini penting!
Jangan menyerang/ degrade penulis/pribadi seseorang.....fokus dgn topik dan hormati perbedaan2 pendapat dan keyakinan.
Mari kita tegakan amar makruf nahi mungkar dgn santun.
sawungteteh77 wrote on Mar 26
bapak latief...saya suka tulisan bapak....,di baca dari tulisan bapak,bapak sepertinya orang yang moderat,semoga bapak selalu taat dan istiqomah,,amiin
aabab01 wrote on Mar 29
salam...teringat juga kisah seorang teman saya yang berbangsa Cina dan ia menyandang post seorang manager, dia pernah berkata,buat apa simpan duit atau harta untuk anak-anak zaman sekarang, mereka tidak akan mengingatkan kita sama sekali,yang penting kita sudah sekolahkan mereka dan sampai menara gading..sudah mencukupi dan biarlah mereka mencari haluan hidup mereka sendiri dan mengumpulkan harta mereka sendiri..kebanyakkan anak-anak sekarang tidak mempedulikan ibubap mereka dan ada yang menghantar ibubapa ke rumah tumpangan orang-orang tua atau panti jompok..nah saya mersa terperanjat apabila mendengar kata-kata itu....setahu saya orang-orang Cina lah banyak menyimpan duit dan harta untuk anak-anak dan ada sampai ke cucu dan cicit...bagi pendapat saya mengumpul wang dan harta untuk masa hari tua adalah baik kerana kita sebagai ibubapa telah diamanahkan menjaga anak-anak dan kalau boleh semuga mereka berjaya...nah terbukti jika mereka berjaya kehidupan mereka akan lebih baik dan mereka tidak akan mengganagu ketenteramana ibubap mereka dan tambahlagi ibubapa dah tua dan memerlukan ketenagan dan fokus pada ibadah mereka kepada ALLAH pula setelah bekerja sejak muda hingga ke pencen..biarlahlah kita hidup dengan sisa-sisa kehidupan dengan tidak dibebani sama sekali..insya'allah...amin...
dody006 wrote on Mar 29
Wah...komplit sekali artikelnya...Thanks udah mengundang saya untuk membacanya...
latifabdul wrote on Mar 29
Atas sama sama terimakasih, mari kita ajak umat untuk
bekerja sungguh2 demi agama dan anak2 serta cucu2 kita.

SUDAH 324 YANG MEMBACA ARTIKEL INI, MARI KITA CAPAI 500 MUSLIM

CAN YOU SENT OR LINK IT, TO YOUR FRIENDS
YES WE CAN
YES WE CAN
YES WE CAN

SALAM
zorroclick wrote on Apr 1, edited on Apr 1
Assalamu,alaikum ...................salam kenal.........
Kalau kita umat Islam mau jujur....sesungguhnya umat Islamlah umat yang terbaik....ia banyak sekali meninggalkan warisan kejayaan, dan warisan itu tidak hanya sampai tujuh turunan, bahkan terus sampai akhir jaman.....................
..........."kejarlah akhirat mu maka dunia ada dalam genggaman mu"......................
dan Andalah yang akan menjadi penguasa dunia ini bukan Anda dikuasai oleh dunia......
latifabdul wrote on Apr 4
"kejarlah akhirat mu maka dunia ada dalam genggaman mu".......
Sdr zorroclick.....terimakasih rerspondnya

mohon dijelaskan lagi tentang paragraph yang anda tulis diatas tersebut
semoga lebih jelas yaaa

wassalam
veeimut wrote on May 4
ass
thats a wonderful, i never thinking about it,,
thanks for ur knowledge
mengingatkanku buat segala,,
was
veeimut wrote on May 4
ass..
subhanallah,,
thx infonya
aku banyak belajar niy
Add a Comment