TAQWA; MENYILAMI RAHASIA2 ALLAH DALAM AL QURAN. Creative Al Quran study.

EVIL EYES, WHEN WE ARE IN ENGER,AND HATE, LOOK OUR EYES AT MIRROR  JUST LIKE THE WHITE CAT EYES,  ---------->>RED

Bismilahirrahmanirrahiim

(Setelah menyilami Rahasia2 ALLAH dlm al quran, saya menemukan kenapa manusia emosi,marah dan benci....)

Semoga ALLAH Yang Maha Berkuasa dan Maha Pencipta semua makluk2Nya membimbing saya dari tipu daya setan yang terkutuk untuk menjelaskan ciri2 dan perbuatan2 Iblis(setan).

ALLAH menjelaskan dlm Al quran sebagai berikut dibawah ini:

Iblis itu diciptakan oleh ALLAH dari zat api yang panas.

Sekiranya manusia sedang di kontrol oleh setan,maka hatinya panas, marah,kata kata yg keluarpun emosi, menimbulkan rasa benci dalam hatinya,hati ber-debar2. Itulah ciri2 manusia yg sedang di kontrol oleh Iblis (setan).Inilah ayat nya:

Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?" Menjawab iblis: "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah".

Sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan/kerusakan2 di antara mereka. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia (QS.17:53)(QS.7:22)

Orang2 yang sedang di kontrol oleh Iblis(setan) itu, selain berkata kata buruk, emosi, marah, perbuatan2nya pun menimbulkan permusuhan, tindakan kekerasan, zolim, yang selalu merugikan pihak lain. Manusia Iblis ini pada umumnya mempunyai sifat benci kepada seseorang atau golongan,atau bangsa.

Iblis ini tidak saja menggoda orang2 yg tidak beriman (kafir), juga menggoda orang2 yg beriman (muslim). Setiap orang di dunia ini dapat digodanya.
Iblis adalah makluk yang tidak bisa dilihat,tapi dia bisa mengintai manusia kapan manusia itu lemah,iblis dgn mudah masuk mengontrol hati dan pkiran manusia. Iblis adalah makluk yang sangat licik,sudah banyak pemimpin2 dan ulama2 yang ditipu dayanya sehingga jatuh tersungkur dan terhina hidupnya di dunia,di akirat akan mendapat hukuman neraka yang lebih panas.
.


Apakah ulama2,usztad2,pastor2, Rahib2, president2,Raja2 bisa di goda oleh iblis? YES. Makin tinggi posisi seseorang makin licik Iblis yang menggodanya.

Tanda2nya apa?
Lihat saja perbuatan2 yang dilakukannya. Kalau dia menzolimi golongan lain, atau mengharamkan keyakinan golongan lain, merugikan golongan lain, artinya dia telah mengikuti Iblis,walaupun dia mengharamkan atas nama Syariat agama.

Sebab yang boleh menentukan haram atau sesatnya keyakinan orang lain hanya ALLAH saja. Manusia tidak diberikan kekuasaan untuk menghakimi / menghukum keyakinan orang lain. Sebab keyakinan itu adalah gaib, hanya ALLAH saja yang tahu.

Inilah pemberitahuan dari ALLAH.

Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk."QS.16:125

Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok(menyesatkan) kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang disesatkan) lebih baik dari mereka (yang menyesatkan) QS.49:11

M.U.I yang mengharamkan keyakinan orang lain seperti Ahmadiah, Liberal,Syiah , al qiyadah dll adalah perbuatan yang di goda oleh setan.

Berapa juta manusia yang terzolimi, takut beribadah, takut berdakwah dll. Itulah perbuatan2 Iblis yg selalu menzolimi orang lain.

Itulah golongan  radikal, dalam agama(islam,Kristen) yang selalu berkata kasar, mengharamkan keyakinan orang lain, menegakan amar makruf nahi mungkar dengan kekerasan, tidak ada tolerensi.

Lihatlah di Eropah golongan Protestan di bunuh dan di usir dr Eropah oleh Kotalik radikal ,melarikan diri ke Amerika dll

Begitu pula di negara2 islam lain2nya antara sunni dan Syiah saling menzolimi karena berbeda keyakinan.

Kalau Iblis atau setan itu ternyata licik, bagaimana mengatasinya?
ALLAH memberitahukan dibawah ini sebagai berikut

Apabila syaitan membisikkan kepada kamu sebarang bisikkan, carilah  perlindungan kepada Allah; Sesungguhnya Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. QS.7:200

Agar manusia terjaga dari tipu daya setan yg terkutuk itu, maka kita seharusnya lah berdoa kepada ALLAH meminta perlindungannya.

Karena ALLAH saja yang sanggub mengusir Iblis atau setan itu dari jiwa/roh kita. Iblis adalah makluk yg diciptakan oleh ALLAH,kusus untuk menggoda manusia, sebagai ujian dari kepatuhan manusia mengikuti peraturan2Nya.

Kesimpulan;
1.Setiap aktifitas kita sehari hari, haruslah berdoa kepada ALLAH meminta perlindungannya.
Menurut pengalaman saya sebaiknya ingatlah ALLAH selalu dgn menyebut "ALLAH" dlm hati.
2.Setan itu adalah makluk yag dizinkan oleh ALLAH kusus untuk menggoda manusia.
3.Setan atau iblis itu tidak bisa dilihat, tapi dia selalu mengintai manusia sebagai mangsanya kapan manusia lemah,lengah dari ALLAH, waktu itulah dia masuk jiwa/roh kita untuk mengontrol.

4.Kalau ada orang yg sedang marah/emosi dgn kita,cepat2 sebut nama "ALLAH", insya ALLAH hati kita terjaga, dan tidak sakit hati malah hati tenang saja. Yang sakit hati adalah orang itu sendiri.

Sakitnya hati orang yang marah itu hanya bisa akan hilang kalau dia minta maaf.Kalau dia tidak minta maaf, maka dosa nya akan selalu di jiwanya, hidup nya tidak akan bahagia.

5.Orang2 yg selalu menanam kebencian kepada seseorang, bangsa dan kepada agama yg berbeda,hidupnya selalu tidak bahagia,karena jiwanya dimasuki oleh Iblis.

PRIBAHASA;
6.EVIL PEOPLE LISTEN TO EVIL IDEAS,
   LIARS LISTEN TO LIES.

7.EVIL PEOPLE HUTRS OR ARM OTHER PEOPLE
   A GOOD MAN MAKE SOMEONE HAPPY

8.EVIL PEOPLE DECIEVE THEIR FRIEND AND LEAD THEM TO DISASTER.

9.EVIL PEOPLE GIVE CORECTION THEY GET MAD,BUT
   A GOOD MAN GIVE CORECTION THEY THANK THEM FOR CORECTION.

10.EVIL PEOPLE TALK BADLY OR CRUELY, BUT
    A GOOD MAN TALK KINDLY OR NICELY

Pada umumnya orang2 yg mengikuti pemimpin2 yg dikontrol oleh Iblis(EVIL) mendapat penderitaan/ KESENSARAAN dlm hidupNYA,kalau terjadi peperangan pengikut2nya yang dulu menderita

Pada umumnya orang2 yg mengikuti pemimpin2 yang baik mendapat hidup yang lebih baik,lebih bahagia,lebih aman dll

Kalau saya salah menafsirakan ayat2 ALLAH diatas,mohon di berikan koreksinya,kalau saya benar,mari kita sebar luaskan kepada kawan2 kita.

Feedback dari anda sangat dihargai sekali untuk menguji kebenaran yang saya dapati.Thank you.

Sambungan ayat2 Jiin
http://latifabdul.multiply.com/journal/item/108

Wassalamu'alaikum wrw wb



17 CommentsChronological   Reverse   Threaded
emisiks wrote on Mar 22
Saya akui, saya orangnya mudah marah, kalau di buat marah :-) susah sekali menghalau marah....:-( tapi saya orang yang mudah minta ma'af kalau saya benar-benar merasa bersalah....:-(

rosbell wrote on Mar 23
terima sekali sdh mengingatkan diri sy pak.....sy pun trmsk yg mdh sekali marah,smoga tulisan bp ini mmbuat sy bnr2 slalu introspeksi diri,barakallah fiikum
latifabdul wrote on Mar 23
emisiks said
Saya akui, saya orangnya mudah marah, kalau di buat marah :-) susah sekali menghalau marah....:-( tapi saya orang yang mudah minta ma'af kalau saya benar-benar merasa bersalah....:-(
Hi Emi...bukan emi saja yg bisa marah, bpk juga pernah marah....
setiap orang pernah marah...

Dari pengalaman kita, marah tdk menyenangkan sama sekali ..yaa...

Mari kita bersama sama untuk menahan diri dengan belindung dr ALLAH.

alhamdulillah, emi, bpk sudah jarang sekali marah sekarang ini...
Kalau ada orang marah kpd bpk, hati bpk tenang saja...tdk ikut marah.

Indah sekali hidup tampa marah...

Wassalam
latifabdul wrote on Mar 23
rosbell said
terima sekali sdh mengingatkan diri sy pak.....sy pun trmsk yg mdh sekali marah,smoga tulisan bp ini mmbuat sy bnr2 slalu introspeksi diri,barakallah fiikum
Mari kita sama sama berusaha untuk tdk marah
bisa kok....asal berlindung dgn ALLAH swt

Wassalam
cherraa wrote on Mar 23
Terimaksih Pak ata postingan ini, sudah mengingatkan ku. Aku orangnya kadang mudah marah kalau memang dibuat marah, namun mudah meredakannya dan melupakannya. Karena setelah ada rasa marah gak langsung diungkapkan, kadang aku pikir dulu, kenapa orang itu membuat aku begiini yah? semua ada alasannya. Namun kadang bingung kalau orang yang membuat marah malah jadi menjauh. Astaghfirullah.
sophistic2 wrote on Apr 1
kalo begitu MUI bersalah dong, ya pak?
sophistic2 wrote on Apr 1
Sebab yang boleh menentukan haram atau sesatnya keyakinan orang lain hanya ALLAH saja. Manusia tidak diberikan kekuasaan untuk menghakimi / menghukum keyakinan orang lain. Sebab keyakinan itu adalah gaib, hanya ALLAH saja yang tahu.

Inilah pemberitahuan dari ALLAH.

Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk."QS.16:125

Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok(menyesatkan) kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang disesatkan) lebih baik dari mereka (yang menyesatkan) QS.49:11
yaa betul pak. kita tidak boleh salah menyalahkan, sesat-menyesatkan, larang-melarang, olok-mengolok dan sebagainya dan sebagainya.

eh...eh....tapi mengapa aku mengatakan tidak boleh ke bapak, bukankah pernyataan ini menyalahkan juga, ya pak. tapi mengapa bapak sewot kepada MUI dan orang-orang yang memiliki keyakinan yang suka "Marah" kepada orang yang berbeda keyakinan dengannya. mengapa bapak menyalahkan, memandang remeh mereka (MUI dan yang sepaham) seolah pernyataan2 mereka dipengaruhi syaithan dan sebagainya dan sebagainya. bukankah itu semua tidak dibenarkan sebagaimana yang bapak argumenkan diatas. @______@

tipu daya syaithan, tekadang indah, dibangun dengan pandangan2 ilmiah, terlihat kokoh seolah berdiri diatas landasan teoritis yang dalam. padahal semuanya itu tidak ubahnya seperti sarang laba2, begitu indah, begitu menakjubkan tapi sayang ketika tertiup angin hancur berantakan.



J.R. Sophistic

latifabdul wrote on Apr 1
yaa betul pak. kita tidak boleh salah menyalahkan, sesat-menyesatkan, larang-melarang, olok-mengolok dan sebagainya dan sebagainya.

eh...eh....tapi mengapa aku mengatakan tidak boleh ke bapak, bukankah pernyataan ini menyalahkan juga, ya pak. tapi mengapa bapak sewot kepada MUI dan orang-orang yang memiliki keyakinan yang suka "Marah" kepada orang yang berbeda keyakinan dengannya. mengapa bapak menyalahkan, memandang remeh mereka (MUI dan yang sepaham) seolah pernyataan2 mereka dipengaruhi syaithan dan sebagainya dan sebagainya. bukankah itu semua tidak dibenarkan sebagaimana yang bapak argumenkan diatas. @______@

tipu daya syaithan, tekadang indah, dibangun dengan pandangan2 ilmiah, terlihat kokoh seolah berdiri diatas landasan teoritis yang dalam. padahal semuanya itu tidak ubahnya seperti sarang laba2, begitu indah, begitu menakjubkan tapi sayang ketika tertiup angin hancur berantakan.



J.R. Sophistic
Sdr Sophistic.....
Terimakasih ilmu danpenadapatnya...
Begini sdr ku Sophistic.....datangnya Al Quran adalah untuk
Menyampaikan kebenaran, dlm menyampaikan ini tdk boleh paksaan
kita boleh mengingatkan anda salah, ini yang benar dgn santun....

Yang dilarang oleh ALLAH QS,49:11 itu adalah melarang/mengharamkan keyakinan
orang lain atau pendapat orang lain.Perbuatan inilah yang disebut zolim,kekerasan.

Sebaik baiknya bergaul dlm bermacam keyakinan dan pendapat adalah saling hormat
menghormati dan saling ingat mengingatkan...barulah tercapai masarakat damai yang rahmatan
lil'alamin

Wassalam
sophistic2 wrote on Apr 1
pak, marah adalah salah satu luapan emosi manusia normal, sebagaimana rasa cinta, sayang, rindu dan sebaginya dan sebagainya.

setahu saya pak yang namanya emosi tidak bisa dihilangkan karena sudah merupakan satu set dalam penciptaan manusia. dalam kajian psikologi manusia memiliki tiga kecerdasan potensial yang mana terdiri dari spiritual, emosional, dan intelaktual. ketiganya diciptakan untuk tujuan yang benar yaitu meraih derajat taqwa, bukan untuk ditiadakan.

setahu aku islam tidak melarang untuk marah bahkan ada anjuran untuk marah.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
"Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka....."Q.S AL-Fath (48):29
niii..... sikap keras adalah prodak dari marah. sikaf keras seorang muslim yang mentaati Allah dan Rasul-Nya adalah bukti keimanan dan pembelaan atasnya dari orang atau golongan yang hendak menyimpangkan dari jalan-Nya. bayangkan jika seorang muslim berkasih sayang dengan syaithan (dari golongan manusia dan jin) padahal syaithan adalah musuh yang nyata, patutkah dia dikatan muslim.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
"Hai Nabi, perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah neraka Jahanam dan itu adalah seburuk-buruk tempat kembali"(At-Tahrrim 66:9)

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
"Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa"(At-Taubah 9:123)

A'li bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu berkata,
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak marah karena perkara dunia. jika beliau marah oleh kebenaran (urusan agama yang dilanggar), maka beliau tidak akan dikenali oleh siapa pun [karena begitu marah] dan tidak akan ada yang berani berdiri [untuk mencegah beliau] sampai beliau berhasil menumpasnya,(At-tirmidzi dalam Asy-syamaail)

jadi, begini bapak. menurut aku seh, jika ingin membahas suatu permasalahan kemudian kita hendak mengambil kesimpulan darinya atau mengeneralisasikannya diperlukan kehati-hatian. tentukan dulu permasalahan apa, bagaimana, untuk apa? sebelum pada kesimpulan atau generalisasi.

katakanlah permasalahan tantang MARAH, kenali dulu apa itu marah, bagaimana marah itu terjadi dan untuk apa marah tersebut?

dah dulu niii.... cape deh.
hanya sebuah coretan tidak semua orang mengerti



latifabdul wrote on Apr 1
pak, marah adalah salah satu luapan emosi manusia normal, sebagaimana rasa cinta, sayang, rindu dan sebaginya dan sebagainya.

setahu saya pak yang namanya emosi tidak bisa dihilangkan karena sudah merupakan satu set dalam penciptaan manusia. dalam kajian psikologi manusia memiliki tiga kecerdasan potensial yang mana terdiri dari spiritual, emosional, dan intelaktual. ketiganya diciptakan untuk tujuan yang benar yaitu meraih derajat taqwa, bukan untuk ditiadakan.

setahu aku islam tidak melarang untuk marah bahkan ada anjuran untuk marah.
Sdr Sophistic..
Benar apa yang anda maksud itu,orang emosi adalah lumbah karena ada pada manusia
Oleh karena itulah datang al Quran,bagaimana membendung emosi marah(iblis) itu
dlm al Quran ddikatakan :ingatlah Aku" maka setan akan takut dan menghilang.

Jadi walaupun setiap orang ada sifat marah,emosi,sedih dan cinta...
ALLAH memperingatkan marah itu adalah pengaruh setan yang harus kita lawan

salam
latifabdul wrote on Apr 1
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
"Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka....."Q.S AL-Fath (48):29
niii..... sikap keras adalah prodak dari marah. sikaf keras seorang muslim yang mentaati Allah dan Rasul-Nya adalah bukti keimanan dan pembelaan atasnya dari orang atau golongan yang hendak menyimpangkan dari jalan-Nya. bayangkan jika seorang muslim berkasih sayang dengan syaithan (dari golongan manusia dan jin) padahal syaithan adalah musuh yang nyata, patutkah dia dikatan muslim.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
"Hai Nabi, perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah neraka Jahanam dan itu adalah seburuk-buruk tempat kembali"(At-Tahrrim 66:9)

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
"Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa"(At-Taubah 9:123)

A'li bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu berkata,
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak marah karena perkara dunia. jika beliau marah oleh kebenaran (urusan agama yang dilanggar), maka beliau tidak akan dikenali oleh siapa pun [karena begitu marah] dan tidak akan ada yang berani berdiri [untuk mencegah beliau] sampai beliau berhasil menumpasnya,(At-tirmidzi dalam Asy-syamaail)
Sdr Sophistic...

Perlu anda ketahui bahwa dlm al Quran itu kata kata kafir mempunyai 2 makna
1.Kafir yang memerangi umat islam dan Rasul,harus dikutuk,berlaku keras terhadapatnya.

2.Kafir yang menghormati umat islam dan agama.(non islam yg baik2) harus berlaku adil,berkasih sayang kepada mereka
Lihat QS.60:7-8 Qs.5:8.

Wassalam
qqcakep wrote on Apr 2
Terlalu sulit rasannya membendung amarah. Dalam kesendirian aja kadang" pingin teriak marah. Apalagi klo ada yg nyalahin duluan.. Hwaaaaah.....
sophistic2 wrote on Apr 2
alhamdulillah kalo bapak tahu pembagian kafir. tapi dari semua tulisan bapak, semua kata kafir yang dimaksud hanya kafir dhimi tooh. sehingga kita selalu dituntut untuk terus menyebarkan kasih sayang. wah berat sebelah niiiiii, melulu kafir dhimi. apakah memang tidak ada kafir yang memerangi ummat islam saat ini atau bapak mau menutup-nutupi mata ummat islam dengan kasih sayang, toleransi, perdamaian dan sebagainya dan sebagainya.

bapak, aku sudah coment bahwa sebelum menjeneralisir tentang suatu pemahaman perlu dikaji lebih teliti. seperti pengertian kafir yang bapak ungkapkan, ada kafir harbi dan dhimi setelah itu baru kita menentukan sikap dan tentunya sikap yang kita berikan berbeda-beda. ini belum apa2 kasih sayang, toleransi, perdamaian dan sebagainya apakah semua manusia layak mendapatkannya sedangakan bapak tahu sendiri ada manusia yang membuat kerusakan (kafir harbi).

wokee......lanjuuuut
latifabdul wrote on Apr 2
alhamdulillah kalo bapak tahu pembagian kafir. tapi dari semua tulisan bapak, semua kata kafir yang dimaksud hanya kafir dhimi tooh. sehingga kita selalu dituntut untuk terus menyebarkan kasih sayang. wah berat sebelah niiiiii, melulu kafir dhimi. apakah memang tidak ada kafir yang memerangi ummat islam saat ini atau bapak mau menutup-nutupi mata ummat islam dengan kasih sayang, toleransi, perdamaian dan sebagainya dan sebagainya.

bapak, aku sudah coment bahwa sebelum menjeneralisir tentang suatu pemahaman perlu dikaji lebih teliti. seperti pengertian kafir yang bapak ungkapkan, ada kafir harbi dan dhimi setelah itu baru kita menentukan sikap dan tentunya sikap yang kita berikan berbeda-beda. ini belum apa2 kasih sayang, toleransi, perdamaian dan sebagainya apakah semua manusia layak mendapatkannya sedangakan bapak tahu sendiri ada manusia yang membuat kerusakan (kafir harbi).

wokee......lanjuuuut
Kalau kita beropini saya kira tidak akan habis2nya..
Sebaiknya kalau diberikan koreksi kepada saya,kalau ada yang salah
tentang penafsiran2 ayat2 yang saya tulis, berikan koreksinya...
Terimakasih
nchiedive wrote on May 24
Robbanaa laa taj’alnaa fitnatal lil qoumizh zhoolimiin,
Wa najjinaa bi rohnatika minal qoumil kaafiriin.

HATI-HATI...ANDA MEMASUKI KAWASAN SESAT
DAN MENYESATKAN...!!!
nchiedive wrote on May 26
PERINGATAN KAMI TERHADAP PENYESAT AKIDAH SEPERTI SDR. LATIFABDUL YANG HARUS DIWASPADAI OLEH SAUDARA2 KAMI YANG MEMBACA TULISAN2NYA DISINI...!!!


LiveVideo Cliparts

BismiLlahirrohmanirrohiim.
Assalamu’alaikum warahmatuLlahi wabarakatuh.
Teruntuk saudara/i-ku yang dirahmati oleh Allah Ta’ala (Kecuali Pengelola Situs Ini)…

La haula walla quata iLla biLlah...

Allaoohumma innii ‘abduka wabnu ‘abdika wabnu amatika naashiyatii biyadika maadhin fiyya hukmuka ‘adlun fiyya qodhoo ‘uka, as’aluka bikullismin huwa laka sammayta bihii nafsaka aw anzaltahuu fii kitaabika aw’allamtahuu ahadam min khoqika awista ‘tsarta bihii fii ‘ilmil ghoybi ‘indaka, an taj’alal qur’aana robii’a qolbii wa nuuro shodrii wa jilaa’a huznii wa dzahaaba hammii.

“ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba-Mu, anak hamba perempuan-Mu, ubun-ubunku ada di tangan-Mu, telah tetap keputusan-Mu padaku dan ketetapan-Mu padaku adalah adil. Aku memohon kepada-Mu dengan segala nama-Mu, yang Engkau berikan nama itu pada diri-Mu, atau yang Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau yang Engkau ajarkan ia pada seseorang dari makhluk-Mu, atau apa yang telah berlaku dalam ilmu ghaib-Mu; hendaknya Engkau jadikan Al-Quran sebagai penentram hatiku, cahaya dadaku, penghilang kesedihanku, dan penghapus rasa gelisahku.”


Era globalisasi mendorong manusia untuk selalu melakukan segala aktifitas guna memenuhi kebutuhan dan meningkatkan taraf hidup yang lebih baik. Seorang muslim bila tidak selektif dalam bertindak, ia akan melakukan perbuatan yang terkadang tanpa disadari dapat menyebabkan kemurtadan. Mereka tidak lagi megetahui batas perintah dan larangan agama, terutama perkara yang menyangkut keimanan dan keyakinan (akidah).

Suatu perbuatan yang zahirnya tanpa islami, belum tentu sesuai dengan Al-Quran dan Hadits. Akibatnya, sering terjadi tanpa disadari pelakunya telah melanggar aturan agama bahkan mungkin melampaui batas akidah Islamiah yang akan menentukan status seseorang, apakah dia masih layak dianggap muslim atau sama sekali sudah ke luar dari Islam.

Hal ini bisa terjadi, adakalanya karena ketidak-mengertian terhadap ajaran agama secara benar dan mendalam, atau ada unsur sengaja menentang Islam. Mengenai hal ini, Allah berfirman,

“Barang siapa yang murtad di antara kamu dari agamanya lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan merka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (al-Baqarah: 217)

ayat ini mengandung pengertian bahwa seorang muslim tidaklah bebas melakukan apa saja sekehendak hatinya. Apabila ia berbuat sesuatu yang bisa menyebabkan kemurtadan (keluar dari agama Islam), Allah akan menghukuminya sebagai orang kafir.

Adapun macam-macam perbuatan murtad telah banyak di tulis para ulama salaf. Di antaranya akan di uraikan dalam risalah ringkasan ini, dengan pertimbangan bahawa Nabi Muhammad saw. Telah mengingatkan umat Islam tentang prilaku mereka dalam sabda beliau,

“Ada kalanya seseorang itu pada pagi hari dalam keadaan Islam tiba-tiba pada sore harinya sudah menjadi kafir dan sebaliknya pada sore hari dia muslim ternyata esok harinya sudah menjadi kafir.”

Pengertian Murtad

Sebelum di uraikan bentuk dan jenis kemurtadan perlu kiranya untuk mengetahui definisi murtad. Syeikh Muhammad al-Hijaz al-Halabi mendefinisikan murtad sebagai berikut, “Murtad adalah pemutusan seorang mukallaf (muslim) dari agama Islam dengan pilihannya sendiri (dengan senang hati dan tidak di paksa) dengan berniat, berbuat, atau berucap yang menyebabkan kekafiran. Baik dia melakukan semua itu dengan cara meremehkan, I’tiqad (penuh keyakinan) maupun sengaja menentang (agama Islam).”

Pandangan para ulama dengan menyikapi orang yang murtad adalah sebagai berikut, “Sesungguhnya orang yang murtad (keluar dari agama Islam) itu berhak dibunuh (di negara yang memberlakukan hukum Islam secara menyeluruh), istrinya tertalak bain (talak tiga) darinya, tidak berhak menerima warisan dari kerabatnya yang mukmin. Tidak boleh di tolong sekalipun meminta pertolongan, tidak boleh disanjung ataupun di puji sekalipun melakukan kebajikan atau kebaikan, hartanya menjadi harta faik (dimasukana ke baitul mall) untuk kemaslahatan kaum muslimin. Semua ini adalah hukuman untuknya di dunia. (Sebagai hukuman akhirat) dia tidak berhak atas pahala amal ibadahnya yang dia kerjakan selama dia masih beriman bahkan pahalanya dicabut dan tidak memiliki apa pun dari pahala itu.”

Menengok keterangana di atas, sudah selayaknya umat Islam mengetahui beberapa macam perbuatan murtad yang dewasa ini banyak berkembanag di tengah masyarakat. Berikut ini akan di uraikan macam-macam perbuatan yang bisa mengeluarkan seorang muslim dari agama Islam, dengan harapan agar kita lebih berhati-hati dalam bertindak dan tidak sampai terjerumus kepada perbuatan yang membahayakan akidah. Beberapa perbuatan yang dapat menyebabkan murtad di antaranya,

1. Murtad Karena Ridha (rela) terhadap kekafiran

Kaitan sikap rela (ridha) terhadap kekufuran telah disebutkan dalam kaidah fiqih. Ridha (setuju) terhadap kekafiran hukumnya kafir, seperti seorang muslim setuju (apalagi mendukung) perbuatan ritual orang yahudi dan Nasrani dan ikut mambantu menyiarkan agama mereka, menyebabkan orang tadi murtad (keluar dari agama Islam). Demikian juga (hukumnya orang yang) membantu menyiarkan kekafiran yang keluar dari kelompok aliran sesat.

Al-Imam al-Qadhi Iyadh menerangkan dalam kitab beliau as-Syifa bi Ta’rifi Haqqi al-Musthafa, ”demikian juga kita (kaum Muslimin) menganggap ‘kafir’ orang yang tidak mengafirkan penganut agama atau aliran-aliran selain yang di anut oleh kaum muslimin, mendukung mereka (penganut agama selain Islam), meragukan kesalahan mereka, atau membenarkan keyakinan mereka, meskipun orang tersebut menampakkan keislamannya.”

Jadi, jika ada orang yang tidak mengafirkan penganut agama selain Islam, orang tersebut dihukumi kafir. Kejadian semacam ini sangat banyak ditemui di kalangan orang-orang Islam sendiri yang biasanya berdalih untuk memperjuangkan hak asasi manusia, saling menghargai antara sesama umat beragama dan lainnya. Dalam kaitan ini, Islam memperbolehkan umatnya untuk memperjuangkan hak asasai manusia sebatas tidak bertentangan dengan ajaran Islam, seperti memperjuangkan hak kebebasan sesesorang untuk berbuat kekafiran dan kemusrikan di muka bumi, jelas di larang oleh Islam.

2. Murtad Karena Persekutuan (Kerja Sama)

Dalam memahami kemurtadan yang disebabkan karena adanya hubungan persekutuan atau kerja sama perlu kirannya umat Islam memperhatikan pendapat beberapa ulama seperti,

 Al-Imam al-Qadhi Iyadh al-Yahsubi (wafat 544 H) menerangkan bahwa termasuk perbuatan yang menyebabkan kemurtadan adalah, “Berjalan ke gereja bersama umat Nasrani dengan memakai ikat pinggang (khas mereka) di hari raya mereka.”

 Penjelasan di atas dilengkapi oleh keterangan seorang ulama dari Arab, as-Syeikh Muhammad al-Hijaz, “ Di antara macam-macam kemurtadan adalah berjalan kegeraja bersama penganut Nasrani dan berkumpul bersama mereka dalam perayaan-peryaan keagamaan yang diadakan di gereja dan ikut meramaikan syiar-syiar kekafiran lainnya.”

 Senada dengan Syeikh Muhammad al-Hijaz, Imam Abu al-Qasim Hibatullah bin al-Husain bin Mansur at-Thabari al-Faqih as-Syafii mengatakan, “ Kaum muslimin tidak diperbolehkan menghadiri hari raya atau ritual mereka (orang kafir baik Yahudi maupun Nasrani atau agama lainnya), karena mereka itu berada dalam kemungkaran dan kerusakan, apabila orang yang baik (orang muslim) berkumpul dengan ahli kemungkaran (orang-orang kafir) tanpa menginkari (perbuatan mereka), sama halnya meridhai kemungkaran mereka dan mendukungnya. Kita khawatirkan turunnya azab Allah kepada pengikut mereka (kaum muslimin yang meridhai kekafiran) sehingga azab Allah pun menjadi musibah bagi semua orang. Kita berlindung dari kemurkaan-Nya.”

 Abu Hasan al-Amidi mengatakan bahwa umat Islam tidak diperbolehkan menyaksikan perayaan ritual orang-orang Nasrani dan Yahudi. Hal ini sebagai nash (ketetapan) Imam Ahmad.

 Selain melarang menghadiri perayaan ritual non muslim, umat islam juga diperintahkan menjuhi kegiatan ritual kaum kafir, sebagaimana hal ini telah diriwayatkan oleh seorang ulama hadits terkemuka Imam Bukhari (termaktub di luar kitab sahih Bukhari) bahwa Sayyidina Umar Ibnul Kahththab r.a.berkata, “ Jauhilah (orang-orang kafir) pada saat perayaan ritual mereka.”

 Selain itu, termaktub pula dalam kitab-kitab pengikut (Imam Abu Hanifah, “Barangsiapa memberi hadiah semangka (kepada orang kafir) pada saat hari raya perayaan ritual mereka dengan maksud menghormati perayaan tersebut, berarti orang tersebut telah kafir.”

Namun yang patut menjadi keprihatinan bersama adalah, sejak menggelindingnya bola reformasi banyak dari kalangan umat islam bersedia menghadiri undangan perayaan hari-hari besar umat non-muslim yang diadakan di tempat-tempat ibadah mereka atau di tempat perayaan manapun yang sekali lagi hal tersebut diakukan atas nama demokrasi, toleransi, dan hak asasi manusia. Demikian pula dengan kehadiran umat Islam pada seminar yang diadakan di gereja atau di tempat-tempat perkumpulan yang diadakan kaum Nasrani, yang dalam hal ini terdapat unsur imaramatul kanais (menyemarakkan / mendukung kegiatan gereja). Inilah di antara perbuatan yang dapat membahayakan akidah uamat Islam.

Dalam konteks ini Allah berfirman,

“Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barangsiapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang di takuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu)” (QS. Ali Imran : 28)

Dalam firman Allah yang lain,

“Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih. (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi tean-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah.” (QS. an-Nisaa’: 138-139)

3. Murtad Karena Perkataan

Murtad yang disebabkan karena perkataan sangatlah banyak. Tentunya yang dimaksud perkataan disini ialah perkataan yang bernada menghina dan melecehkan umat dan Agama Islam (seperti ucapan sesesorang yang jelas bertentangan dengan ayat al-Quran dan hadits. Ucapan yang bernada menghina Rasulullah saw., atau ucapan yang men-diskredit-kan al-Quran serta hadits mutawatir, seperti mengatakan isi al-Quran sudah tidak relevan untuk saat ini, untuk itu perlu direvisi atau mengatakan Nabi Muhammad itu manusia biasa, jadi adakalanya benar, juga adakalanya salah, jadi boleh kita berselisih pendapat dengan beliau), maupun ucapan yang bersifat mengakui kebenaran ajaran agama orang kafir dan meragukan kebenaran ajaran Islam.

Contohnya, ucapan seorang mukmin, “Orang Yahudi dan Nasrani itu lebih baik daripada orang Islam,” dengan maksud memuji Orang kafir dan menghina orang Islam. Demikian pula apabila seseorang mengatakan bahwa orang Nasrani itu bukan orang kafir karena agama Nasrani juga termasuk agama samawi yang mengakui adanya Tuhan. Ucapan ini jelas bertentangan dengan firman Allah swt.,

“Sungguh kafir orang yang mengatakan bahwa Allah itu salah satu dari yang tiga (Trinitas)... “ (al-Maa’idah: 73)

Ajaran Trinitas ini merupakan keyakinan orang-orang Nasrani, dan Allah swt. Menghukumi mereka sebagai orang kafir. Dengan demikian, orang yang mengatakan bahwa orang Nasrani itu bukan kafir telah dianggap murtad karena bertentangan dengan firman Allah.

Al-Imam al-Qadhi Iyadh menukil, “…dan al-Imam al-Ghazali mengatakan sebagaimana keterangan terdahulu dalam kitab at-Tafriqah, perkataan tersebut (di atas) adalah ‘kafir’ menurut ijma’ para ulama tersebut (sebagai hukum) bagi orang yang tidak menganggap penganut Nasrani dan Yahudi itu kafir.”


Saudara/i-ku yang dirahmati oleh Allah Ta’ala.

Robbisyroh lii shodrii, wa yassir lii amrii, wahlul ‘uqdatam mil lisaanii, yafqohuu qoulii.

Ketahuilah...
Tiada keuntungan sedikit pun bagiku jika aku harus meyampaikan hal-hal yang merupakan FITNAH. Karena jika itu motivasiku, maka sudah pasti itu dapat MENCELAKAKAN diriku sendiri di hadapan Allah Ta’ala. TIDAK...na’udzubiLlah...!! Demi Allah, aku tidak mengingikan hal itu.

Begitu tuntas aku menyampaikan semua ini, lepaslah sudah hutangku terhadap kelawaziman seorang hamba atas perintah Rabb-nya, juga perintah Rasul-nya.

Maka daya dan upayaku selanjutnya hanyalah sekadar berdo’a, dan memohon kepada Allah Ta’ala agar saudaraku rahiimakumuLlah dijauhkan-Nya dari berbagai kesesatan yang begitu dalam. Namun demikian, keputusan untuk mau mendengar ataupun tidak, mutlak ada di diri Anda masing-masing melalui hidayah dari Allah Ta’ala.


Subhaanakalloohumma wa bihamdika, asyhadu allaa ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.
WabiLlahi taufiq wal hidayah,
Wassalamu’alaikum warahmatuLlahi wabarakatuh
Karina Dive,---

SDR. LATIFABDUL...!!!
TENTUNYA ANDA SUDAH MENGETAHUI ASAL-USUL,
ATAUPUN SUMBER DARI TULISAN PERINGATAN INI.
KARENA SAYA TELAH MENGATAKANNYA PADA ANDA KEMAREN...!!!
antonsemar wrote on Jun 22
Saat ini banyak umat Islam yang melakukan amal perbuatan serupa dengan orang-orang yang ingkar pada Allah. Atau mereka sedikit demi sedikit melenceng dari agama Islam. Bahkan ada juga yang mulai ridho ketika mencampur aqidahnya dengan selain Islam. Hal tersebut tentunya sangat membahayakan kondisi keimanannya karena bisa menghantarkannya pada tanda-tanda riddah.
Apakah yang dimaksud riddah?
Riddah secara bahasa berarti kembali kepada kekafiran. Sedangkan menurut istilah berarti meninggalkan dienul Islam dan menolak dien atau aqidah lain yang bertentangan dengan aqidah Islam. Dan orang yang melakukan perbuatan riddah disebut murtad. Ad Dimyati, seorang ulama, dalam kitabnya Mafahim Aqidah Fil Islam menyebutkan bahwa riddah ada tiga macam, yaitu I’tiqod (keyakinan), perbuatan dan pernyataan.
Berikut ini adalah tanda-tanda Riddah (kemurtadan):
1. Meminta perlindungan, ketaatan dan kekuasaan atau hak untuk membuat hukum kepada selain Allah. Dengan kata lain seseorang yang meyakini bahwa aturan Islam tidak layak untuk masa kini atau meyakini aturan lain lebih layak maka berarti ia telah kufur dan keluar dari Islam.
Hal ini sebagaimana firman Allah, “Barang siapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang kafir.” (Al-Maidah:44)
“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhukum kepada thaghut padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan setan bermaksud menyesatkan mereka dengan penyesatan yang sejauh-jauhnya. “ (An-Nisaa’:60)
2. Membenci sesuatu yang ada dalam Islam. Misalnya ada orang yang menyatakan, “Saya tidak suka pada sistem ekonomi Islam karena melarang riba, suap, penimbunan harta, dan sebagainya atau saya benci aturan berjilbab karena membatasi hak-hak wanita.” Atau mengatakan, “Saya benci aturan pergaulan dalam Islam karena melarang berpacaran.” Maka orang ini telah melakukan perbuatan riddah. Sebagaimana firmanNya,”Dan orang-orang yang kafir maka kecelakaanlah bagi mereka dan Alalah menyesatkan amal-amal mereka. Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (yaitu Al-Qur’an) lalu Allah menghapus pahala amal-amal mereka.” (Qs. Muhammad 8-9)
3. Menertawakan ajaran atau syiar (symbol-simbol) Islam seperti ruku’ dan sujud dalam sholat atau thawaf di sekitar ka’bah dan sebagainya, yang termasuk dalam makna istizaa’ (merendahkan, mengejek, menghinakan) misalnya terhadap pakaian wanita muslimah yang longgar dikatakan mirip tenda atau karung. Menertawakan hal semacam ini sudah cukup menjadikan seorang muslim keluar dari agamanya, sebab Allah berfirman, “Orang-orang munafik itu takut akan diturunkan terhadap mereka sesuatu surat yang menerangkan apa yang tersembunyi dalam hati mereka. Katakanlah kepada mereka teruskanlah ejekanmu (terhadapa Allah dan RasulNya). Sesungguhnya Allah akan menyatakan apa yang kamu takuti itu. Dan jika kamu tanyakan pada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu) tentulah mereka akan menjawab, “Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja. Katakanalah,”Apakah kepada Allah, ayat-ayatNya dan RasulNya kamu selalu berolok-olok? Jangan kamu minta maaf karena kamu sungguh telah kafir sesudah beriman. Jika kami maafkan segolongan dari kamu (lantaran kamu bertaubat) niscaya Kami akan mengazab golongan yang lain disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa (At-Taubah: 64-66)
4. Menghalalkan apa-apa yang diharamkan Allah swt dan mengharamkan apa-apa yang dihalalkan Allah swt. “Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa-apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta ini halal dan ini haram, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengadakan kebohongan tehadap Allah tiadalah beruntung. (itu adalah) kesenangan yang sedikit, dan bagi meeka azab yang pedih. (An-Nahl 116-117)
5. Iman kepada sebagian ajaran Islam dan kufur kepada sebagian lainnya. Seperti orang yang iman bahwa Islam itu sekadar agama ritual dan ia ingkar bahwa Islam adalah agama yang mengatur ekonomi, hukum, politik, pengadilan, dan sebagainya. Atau orang yang mengatakan bahwa Islam tidak erkaitan dengan system sosial, Islam hanya terkait dengan masjid-masjid, tidak ada kaitannya dengan negara, interaksi sosial atau sanksi hukum. Juga Islam tidak berkaitan dengan pakaian dan makanan sehingga laki-laki dan perempuan berpakaian sekehendaknya sendiri. Allah swt berfirman,”Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan RasulNya dan bermaksud meperbedakan antara Allah dan RasulNya dengan mengatakan, “Kami beriman kepada yang sebagian dan kami kafir terhadap sebagian (yang lain) serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kufur). Merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir itu siksaan yang menghinakan. (An-Nisaa’:150-151)
6. Seruan untuk beriman hanya kepada Al-Quran dan mengingkari sunnah (paham ingkar sunnah). Hal tersebut adalah kufur karena adanya ayat-ayat yang tegas memerintahkan untuk mengikuti Rasulullah saw. “Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah dia dan apa yang dilarangnya bagimu, tinggalkanlah (Al-Hasyr 7)
7. Mengejek (menjadikan bahan tertawaan) salah satu perbuatan Rasulullah saw. Seperti mencela perbuatan rasulullah saw dalam hal jumlah istri, bahwa Rasullullah mempunyai 9 istri pada satu waktu dengan dasar nafsu semata-mata. Atau mengatakan bahwa Rasullullah mengharamkan umatnya kawin dengan lebih dari 4 wanita padahal dia mengawini 11 wanita.
8. Seruan sebagian orang yang menyatakan bahwa Al-Quran mempunyai makna batin (tersembunyi) yang berbeda dengan makna dzahirnya. Atau Al-Quran mempunyai makna batin yang hanya dapat dipahami sebagian orang dengan perantaraan ilham.
Dengan seruan dan pernyataan itu dijadikan dasar mereka mengatakan Islam belum sempurna maknanya. Kemudian mereka mencari takwil (pemaknaan) Al-Quran dan mengubah maknanya yang sesuati dengan keinginan dan kepentingan mereka sendiri.
9. Meyakini bahwa Allah swt itu menyatu dengan makhluk misalnya pendapat kaum Nustairiyah yang menyatakan bahwa Allah swt menyatu pada diri Ali bin Abi Thalib.
10. Menyeru kepada paham-paham yang bertentangan dengan Islam. Misalanya menyeru kepada paham qoumiyah (golongan) dan wathoniyah (kebangsaan). Setiap orang yang menyeru kepada paham-paham semacam itu dan menjadikannya sebagai dasar ajaran dan tujuan kemudian melakukan langkah usaha dan upaya kea rah itu, maka ia berarti melakukan tindakan kekufuran dan oaring yang melakukannya telah keluar dari Islam. Sebagaiman sabda Rasulullah saw, “Tidak termasuk golonganku oang yang mengarah pada ashobiyah (golongan) dan tidak termasuk golonganku orang ynag berperang karena ashobiyah dan tidak termasuk golonganku orang yang mati karena ashobiyah (HR. Dawud)
11. Meyakini kebenaran sesuatu yang bertentangan dengan aqidah Islam. Ragu terhadap aqidah Islam, ragu terhadap yang qothi mengeluarkan ucapan-ucapan kufur atau berbuat tindakan kufur. Misalnya mengatakan Allah swt mempunyai sekutu, bahwa Al-Quran itu bukan kalamullah, ingkar terhadap perkara-perkara yang diatur agama seperti ingkar terhadap sholat, zakat, puasa, haji dan wajibnya jihad, haramnya minum khamr, judi, zina dan sebagainya.
Semoga tanda-tanda tersebut di atas tidak terdapat pada diri kita, pada orang-orang yang kita sayangi. Wallahu’alam bishshowab.

Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help